Badan Meteorologi Jepang (JMA) melaporkan gempa bumi bermagnitudo 7,5 mengguncang wilayah lepas pantai Prefektur Iwate pada Senin (20/4/2026). Bencana yang terjadi di kedalaman 10 kilometer ini memicu peringatan tsunami untuk beberapa wilayah di timur laut Jepang.
Dilansir dari Detik Travel, ancaman tsunami setinggi tiga meter diprediksi dapat melanda Prefektur Iwate serta sebagian wilayah Hokkaido dan Aomori. Selain itu, wilayah lain di kawasan timur laut Jepang turut menerima peringatan potensi gelombang laut hingga satu meter.
Pemerintah setempat melalui media massa telah meminta penduduk untuk segera berpindah ke dataran tinggi. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Jepang, perintah evakuasi resmi telah diterbitkan bagi 171.958 orang yang tersebar di lima prefektur terdampak.
Hingga saat ini, pemantauan menunjukkan tinggi gelombang tsunami masih berada di bawah level peringatan maksimal. Gelombang setinggi 0,8 meter terdeteksi di Pelabuhan Kuji, sementara Pelabuhan Miyako mencatat kenaikan permukaan air laut setinggi 0,4 meter.
Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi merespons cepat situasi ini dengan menginstruksikan pembentukan gugus tugas darurat nasional. Pihaknya menekankan pentingnya keselamatan warga di zona bahaya tsunami untuk segera mencari perlindungan.
"Warga di daerah yang telah dikeluarkan peringatan tsunami harus segera mengungsi ke tempat yang lebih tinggi atau lokasi yang lebih aman seperti gedung evakuasi," kata Takaichi kepada wartawan dalam konferensi pers pada hari Senin, dikutip dari CNN.
Dampak gempa juga melumpuhkan sektor transportasi di wilayah utara. Layanan kereta cepat rute Tokyo menuju Stasiun Shin-Aomori dihentikan total akibat kendala pasokan listrik, sementara seluruh operasional kereta lokal di Prefektur Iwate juga berhenti beroperasi.
Meskipun belum ada laporan korban jiwa maupun kerusakan infrastruktur berskala besar, potensi bahaya lanjutan tetap diwaspadai. JMA memperkirakan adanya peluang sebesar satu persen untuk terjadinya gempa susulan berkekuatan besar di pesisir utara Jepang dalam rentang satu hingga dua pekan mendatang.