Gelombang Panas Ekstrem Landa Uni Emirat Arab Capai 44 Derajat Celsius

Gelombang Panas Ekstrem Landa Uni Emirat Arab Capai 44 Derajat Celsius
Foto: Ilustrasi Gelombang Panas Ekstrem Landa Uni Emirat Arab Capai 44 Derajat Celsius.

Gelombang panas ekstrem secara mengejutkan melanda wilayah Uni Emirat Arab (UEA) meskipun baru memasuki bulan April. Fenomena ini memicu lonjakan suhu udara yang signifikan di berbagai titik di negara tersebut.

Seperti dikutip dari Cahaya, laporan National Centre of Meteorology (NCM) mencatat suhu tertinggi pada pekan ini menyentuh angka 44 derajat Celsius. Wilayah Mezaira menjadi lokasi dengan catatan suhu paling panas dibandingkan daerah lainnya.

Kondisi ini cukup kontras bagi warga setempat yang sebelumnya masih sempat merasakan cuaca relatif sejuk. Di kota-kota besar seperti Dubai, Abu Dhabi, dan Sharjah, termometer menunjukkan angka antara 36 hingga 38 derajat Celsius.

Secara klimatologis, suhu rata-rata di UEA pada bulan April biasanya berada di kisaran 32 hingga 36 derajat Celsius. Ada tiga faktor utama yang diidentifikasi menjadi penyebab anomali panas ekstrem pada tahun ini.

Faktor pertama adalah fase transisi cuaca yang disebut Sarrayat. Periode yang berlangsung dari pertengahan Maret hingga awal Mei ini memang dikenal sering memicu perubahan cuaca drastis dalam waktu singkat.

Kedua, munculnya sistem tekanan rendah di area Semenanjung Arab, terutama di wilayah Arab Saudi. Kondisi atmosfer ini menyebabkan ketidakstabilan suhu yang merambat ke kawasan sekitarnya termasuk UEA.

Ketiga, peningkatan radiasi panas akibat posisi matahari yang kian mendekati Garis Balik Utara. Hal ini berdampak langsung pada kenaikan suhu tajam di wilayah gurun seperti Al Ain dan Al Dhafra.

Prediksi Kenaikan Suhu dan Ancaman El Nino

Data dari AccuWeather dan NCM memprediksi tren kenaikan suhu ini masih akan berlanjut hingga pengujung April. Minimnya tutupan awan dan pergerakan angin yang statis membuat panas matahari terasa kian menyengat.

Para ahli meteorologi memperingatkan bahwa situasi saat ini hanyalah permulaan. Pada pertengahan Mei, sistem monsun India diperkirakan mulai membawa udara panas dan lembap yang jauh lebih intens ke kawasan Teluk.

Kekhawatiran semakin meningkat seiring adanya peluang 61 persen terjadinya fenomena El Nino pada pertengahan 2026. Prediksi dari NOAA dan ECMWF menunjukkan potensi cuaca yang jauh lebih ekstrem dan menyengat jika fenomena ini terjadi.

Imbauan Keamanan bagi Masyarakat

Otoritas terkait telah mengeluarkan sejumlah panduan keselamatan bagi warga untuk menghadapi cuaca ekstrem ini. Masyarakat diminta untuk memperbanyak konsumsi air putih guna mencegah risiko dehidrasi yang berbahaya.

Warga juga diimbau untuk membatasi atau menghindari aktivitas di luar ruangan pada jam-jam paling panas, yakni pukul 12.00 hingga 15.00. Selain panas matahari, potensi badai debu yang muncul sewaktu-waktu tetap perlu diwaspadai.

Puncak musim panas di wilayah gurun UEA sendiri bisa melampaui angka 50 derajat Celsius. Catatan sejarah pada tahun 2024 menunjukkan suhu ekstrem di atas angka tersebut pernah terjadi dan kemungkinan besar dapat terulang kembali.

Artikel terkait

Rekomendasi