Kemenhaj Rampungkan Fasilitas Tenda Jemaah Haji Indonesia di Arafah

Kemenhaj Rampungkan Fasilitas Tenda Jemaah Haji Indonesia di Arafah
Foto: Ilustrasi Kemenhaj Rampungkan Fasilitas Tenda Jemaah Haji Indonesia di Arafah.

Kementerian Haji dan Umrah bersama Satgas Operasi Armuzna melakukan inspeksi mendalam untuk mematangkan kesiapan fasilitas bagi jemaah haji Indonesia di kawasan Arafah, Muzdalifah, dan Mina menjelang fase puncak ibadah haji. Peninjauan lapangan yang dipimpin oleh Dirjen Pelayanan Haji Kemenhaj, Laksma TNI (Purn) Ian Heryawan, berlangsung secara maraton pada Sabtu (9/5/2026).

Dilansir dari Cahaya, otoritas terkait memastikan seluruh sarana pendukung mulai dari sistem keamanan hingga kenyamanan termal di dalam tenda telah memenuhi standar pelayanan. Fokus utama pengecekan meliputi area maktab yang dikelola Syarikah Al Bait Guest guna menjamin kelancaran ibadah wukuf bagi para jemaah.

"Kami ingin memastikan seluruh jemaah haji Indonesia dapat memasuki tenda di Arafah dan melaksanakan ibadah wukuf dengan tenang dan khidmat," ujar Ian Heryawan, Dirjen Pelayanan Haji Kemenhaj.

Langkah preventif dilakukan dengan melibatkan para kepala sektor (kasektor) untuk memetakan titik penempatan jemaah secara akurat di setiap maktab. Ian menekankan pentingnya koordinasi antara petugas lapangan dengan pihak penyedia layanan di Arab Saudi.

"Peran kasektor agar mereka tahu betul tenda mana jemaahnya akan ditempatkan. Nanti mereka didampingi koordinator markaz, pengawas katering, dan pengawas transportasi, serta bekerja sama dengan Kementerian Haji Saudi dan pihak syarikah," ujar Ian Heryawan, Dirjen Pelayanan Haji Kemenhaj.

Inovasi pada musim haji kali ini mencakup penggunaan struktur lantai tambahan yang tebal untuk memblokir hawa panas dari permukaan tanah Arafah. Setiap tenda kini dilengkapi dengan kasur busa baru berukuran 50x170 sentimeter, seprai, bantal, selimut, serta dukungan dua hingga tiga unit pendingin ruangan (AC).

"Diharapkan nanti di tiap-tiap tenda itu ada keterangan kapasitas jemaah, dan akan kita tempel daftar kloter serta daftar jemaah," kata Ian Heryawan, Dirjen Pelayanan Haji Kemenhaj.

Penyelenggara juga mengatur agar distribusi tenda mempertimbangkan aspek kekeluargaan, terutama bagi jemaah lanjut usia yang membutuhkan pendampingan. Penempatan kloter akan dilakukan secara berkelompok untuk memudahkan mobilisasi petugas.

"Misal ada pemisahan kloter tidak akan berjauhan, terlebih jemaah sepuh yang tidak bisa jauh dari keluarga," katanya Ian Heryawan, Dirjen Pelayanan Haji Kemenhaj.

Selain fasilitas istirahat, pembangunan urinoir pria di luar bilik toilet dilakukan untuk mengurangi antrean di kompleks MCK yang juga telah menyediakan toilet ramah disabilitas. Ian memberikan instruksi khusus terkait kebersihan lingkungan dan penyempurnaan sekat antartenda sebelum batas waktu penyelesaian.

"Kami akan cek ulang nanti dalam lima hari ke depan, yaitu hari Kamis," kata Ian Heryawan, Dirjen Pelayanan Haji Kemenhaj.

Peningkatan signifikan infrastruktur di kawasan Mina juga menjadi sorotan setelah adanya percepatan pengerjaan dalam satu pekan terakhir. Kepala Bidang Perlindungan Jemaah (Linjam), Muftiono, mencatat kemajuan pesat pada fasilitas fisik di lapangan.

"Pada saat awal kita melakukan pengecekan progres ya baru sampai mencapai sekitar 60 persen, hari ini alhamdulillah sudah sangat luar biasa perubahannya," ungkap Muftiono, Kepala Bidang Perlindungan Jemaah (Linjam).

Proses pengerjaan logistik termasuk penataan kasur di Mina ditargetkan mencapai penyelesaian total dalam waktu dekat. Hal ini didasarkan pada ritme kerja para petugas di lapangan yang terus dioptimalkan.

"Melihat perkembangan itu, saya optimis bahwa target H-5 seratus persen bisa terwujud," tegas Muftiono, Kepala Bidang Perlindungan Jemaah (Linjam).

Artikel terkait

Rekomendasi