Arab Saudi Perluas Fasilitas Pendingin di Arafah Jelang Haji 2026

Arab Saudi Perluas Fasilitas Pendingin di Arafah Jelang Haji 2026
Foto: Ilustrasi Arab Saudi Perluas Fasilitas Pendingin di Arafah Jelang Haji 2026.

Pemerintah Arab Saudi melakukan perluasan signifikan pada fasilitas peneduh dan sistem pendingin di kawasan Arafah menjelang pelaksanaan ibadah haji 1447 H atau 2026 M. Langkah ini diambil untuk memberikan perlindungan maksimal bagi jutaan jemaah haji dari berbagai negara.

Dilansir dari Detikcom melalui Saudi Gazette, proyek pengembangan ini dikerjakan oleh Kidana Development Company. Perusahaan tersebut merupakan bagian dari Komisi Kerajaan untuk Kota Makkah dan Situs Suci (RCMC) yang berfokus di sekitar area Jabal Al-Rahmah.

Pada pelaksanaan fase kedua, terdapat penambahan 18 kanopi modern yang dilengkapi dengan 36 kipas kabut (misting fan). Selain itu, dipasang pula tujuh unit pendingin udara canggih serta 107 kolom kipas kabut di titik-titik strategis wilayah Arafah.

Integrasi pembangunan fase pertama yang rampung pada 2025 dengan fase kedua ini membuat total cakupan proyek melebihi 272.000 meter persegi. Perluasan tersebut secara efektif meningkatkan kapasitas area teduh bagi jemaah hingga lima kali lipat dibandingkan musim haji sebelumnya.

Pembangunan fase pertama sebelumnya telah meletakkan fondasi dengan mendirikan tiga kanopi besar dan 165 kolom kipas kabut. Kini, fase kedua menyempurnakan jangkauan layanan guna membentuk satu sistem pendingin terintegrasi yang lebih luas.

Fasilitas ini dirancang khusus untuk memitigasi dampak suhu panas ekstrem yang sering terjadi saat puncak ibadah haji atau wukuf di Arafah. Keberadaan peneduh ini sangat krusial mengingat jutaan orang akan berkumpul di satu lokasi dalam waktu yang bersamaan.

Otoritas Arab Saudi berharap penambahan sarana pendingin ini dapat menekan risiko gangguan kesehatan serius akibat cuaca panas. Fokus utama dari proyek ini adalah meningkatkan standar kenyamanan serta keselamatan seluruh jemaah selama berada di tanah suci.

Kewaspadaan Terhadap Risiko Heatstroke

Terkait kondisi cuaca, Kepala Seksi Kesehatan Daerah Kerja (Daker) Madinah, Enny Nuryanti, memberikan penjelasan mengenai bahaya sengatan panas atau heatstroke. Ia menekankan bahwa kondisi ini merupakan keadaan darurat yang dipicu oleh paparan panas yang berlebihan.

"Heatstroke ini merupakan suatu kondisi di mana suhu tubuh itu tinggi. Biasanya heatstroke ini disebabkan oleh karena terpapar oleh sinar Matahari atau karena terlalu banyak aktivitas di luar, terlalu lama," kata Enny di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daker Madinah, Minggu (3/5/2026).

Gejala kondisi ini umumnya ditandai dengan kenaikan suhu tubuh yang sangat drastis. Enny juga mengingatkan adanya tanda-tanda lain yang perlu diwaspadai oleh para jemaah selain hanya peningkatan suhu badan.

"Kalau heatstroke ini gejalanya biasanya memang suhu tubuh, pertama suhu tubuh di atas 40 derajat Celsius. Terus yang kedua bisa diikuti dengan pusing, mual muntah, bisa kejang," ujar Enny.

Artikel terkait

Rekomendasi