Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Fahri Hamzah memberikan pernyataan terkait wewenang Presiden Prabowo Subianto dalam melakukan perombakan kabinet pada Sabtu (18/4/2026). Dilansir dari Nasional, Fahri menekankan bahwa keputusan untuk mengganti posisi menteri sepenuhnya berada di tangan kepala negara sebagai hak prerogatif.
Kewenangan penuh tersebut didasari oleh sistem ketatanegaraan Indonesia yang memosisikan presiden sebagai pemegang kuasa tertinggi dalam menentukan komposisi pembantunya. Menurut Fahri, tidak ada kewajiban bagi Presiden Prabowo untuk berkonsultasi dengan pihak luar dalam mengambil keputusan strategis terkait struktur kabinetnya.
ÔÇ£Itu semua wilayah Presiden, dan itu menurut saya ya itu benar wilayah prerogatif. Karena di dalam undang undang dikatakan itu adalah wilayah prerogatif. Jadi Presiden boleh tidak sharing dengan siapa pun,ÔÇØ ungkap Fahri, Wakil Ketua Umum Partai Gelora.
Mantan anggota DPR RI ini kemudian membandingkan mekanisme kepemimpinan di Indonesia dengan Amerika Serikat terkait pengangkatan pejabat publik. Ia menjelaskan bahwa di Indonesia, presiden memiliki fleksibilitas waktu yang lebih tinggi untuk melakukan evaluasi dan penggantian menteri.
ÔÇ£Kalau di Amerika Serikat ada sistem konfirmasi. Dia harus kirim calonnya dulu ke Kongres. Baru dia dapat persetujuan atau tidak. Kalau ini kan enggak. Anytime dia bisa lakukan,ÔÇØ ujar Fahri.
Kerahasiaan mengenai rencana perombakan dinilai penting untuk menjaga stabilitas kinerja internal pemerintahan. Fahri berpendapat bahwa publik tidak perlu mengetahui proses diskusi mengenai reshuffle sebelum keputusan tersebut resmi ditetapkan oleh presiden.
ÔÇ£Jadi, keep it secret, menjadi hak beliau. Menurut saya jangan di sharing dengan siapa pun. Itu adalah wilayah beliau, kalau beliau sharing itu adalah lagi lagi hak beliau,ÔÇØ kata Fahri.
Terkait mekanisme evaluasi, Fahri merujuk pada pernyataan Prabowo sebelumnya yang menyebutkan adanya sistem peringatan bagi menteri dengan kinerja bermasalah. Namun, ia kembali menekankan bahwa penilaian akhir tetap berada dalam penilaian subjektif dan objektif presiden sendiri.
ÔÇ£Pak Prabowo itu bukan orang kejam, dia orang itu ngajak ngobrol orang. Jadi kerja saja yang benar, kerja yang lurus,ÔÇØ kata Fahri.
Presiden disebut sangat menghargai kontribusi para menterinya meskipun memberikan target-target yang cukup ambisius dalam menjalankan visi pemerintahan. Prabowo memahami keterbatasan kapasitas manusia namun tetap mendorong para bawahannya untuk bermimpi besar.
ÔÇ£Kata beliau 'Saya kasih kalian target tinggi, tapi kalau kalian enggak mampu, kan kalian manusia'. Yang penting kata beliau, beliau mengutip Bung Karno 'Gantungkanlah cita citamu setinggi langit, karena kalau kita jatuh, kita akan jatuh di antara bintang bintang,ÔÇØ tutur Fahri.
Di sisi lain, pihak Sekretariat Kabinet belum memberikan rincian pasti mengenai jadwal perombakan kabinet di tengah isu yang berkembang. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memberikan respons singkat saat ditanya mengenai potensi reshuffle dalam waktu dekat pada Selasa (7/4/2026).
ÔÇ£Tunggu saja,ÔÇØ kata Teddy di Istana Kepresidenan, Jakarta.