Administrasi Penerbangan Federal (FAA) melakukan penyelidikan terhadap sejumlah pilot yang mengeluarkan suara hewan pada frekuensi kontrol lalu lintas udara (ATC) di Bandara Nasional Reagan pada Minggu, 12 April 2026. Aksi tidak profesional tersebut memicu kecaman karena mengganggu jalur komunikasi penting penerbangan.
Video mengenai insiden tersebut saat ini telah viral di media sosial. Sebagaimana dilansir dari Detik Travel melalui laporan New York Post pada Senin (20/4/2026), otoritas terkait segera mengambil tindakan tegas untuk memverifikasi sumber suara tersebut.
Rekaman audio memperlihatkan percakapan antar pilot yang saling membalas menggunakan suara binatang di tengah jalur komunikasi resmi.
"Meong..., meong...," kata salah satu pilot, berdasarkan audio yang diperoleh dari ATC.com.
Tindakan tersebut langsung memicu reaksi spontan dari individu lain yang berada di frekuensi radio yang sama.
"Kalian harus profesional," tegur seseorang di frekuensi yang sama saat mereka terus mengeluarkan suara binatang.
Kritik tajam juga datang dari pihak lain yang menyindir status karier para pilot tersebut karena dianggap melakukan perilaku kekanak-kanakan di jalur udara resmi.
"Inilah mengapa kalian masih menerbangkan RJ," tegur orang lain.
Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti rute penerbangan atau identitas maskapai yang mempekerjakan para pilot tersebut. Namun, FAA mengingatkan adanya aturan ketat mengenai komunikasi selama berada di bawah ketinggian tertentu.
"Percakapan harus berkaitan dengan pengoperasian pesawat yang aman. FAA menyelidiki semua situasi di mana pilot mungkin telah melanggar peraturan apa pun," kata pihak FAA.
Otoritas penerbangan menambahkan bahwa suara meong tersebut terdeteksi berasal dari pihak ketiga. Penyelidikan lanjutan akan dilakukan setelah proses verifikasi data selesai dilakukan.
Dennis Tajer, juru bicara Allied Pilots Association, menyatakan bahwa gangguan pada frekuensi darurat sangat tidak dapat diterima oleh komunitas penerbang profesional.
"Apa pun yang mencemari frekuensi tersebut dengan humor yang tidak penting atau lelucon apa pun tidak diterima dengan baik dan harus dihentikan," kata Dennis Tajer, pilot dan juru bicara Allied Pilots Association.
Ia juga meminta agar seluruh awak pesawat menghormati fungsi sakral dari kanal komunikasi darurat guna menjamin keselamatan penerbangan bersama.
"Untuk beberapa individu di luar sana yang melakukannya: berhentilah, bergabunglah dengan kami, tetaplah aman dan kami akan menjaga frekuensi itu tetap sakral dan terlindungi," ujar Dennis Tajer.
Di sisi lain, mantan pengontrol lalu lintas udara Steve Abraham berpendapat bahwa perilaku tersebut kemungkinan dipicu oleh upaya untuk meredakan stres saat bertugas.
"Beberapa orang di profesi penerbangan dan saya tidak menyalahkan mereka, mengharapkan semuanya berjalan dengan sangat rapi 105% dari waktu. Mereka hanya bercanda sesaat dan terkadang sedikit kelucuan dapat mengurangi ketegangan," kata Steve Abraham.