Wali Kota Bekasi Tri Adhianto meninjau langsung proses evakuasi korban kecelakaan kereta api yang terjadi di wilayah Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026). Petugas gabungan saat ini masih berupaya menyisir lokasi untuk memastikan seluruh korban yang terjebak dapat segera ditangani.
Upaya penyelamatan ini melibatkan berbagai unsur kedaruratan guna mempercepat proses penanganan di lapangan. Sebagaimana dilansir dari Kompas, tim dari TNI, Polri, Basarnas, BPBD, hingga petugas pemadam kebakaran telah dikerahkan ke titik lokasi kejadian sejak awal laporan diterima.
"Evakuasi masih terus berjalan. Kita belum tahu sampai sejauh mana korban yang mungkin masih terjebak," ujarnya Tri Adhianto, Wali Kota Bekasi.
Pemerintah Kota Bekasi memastikan bahwa seluruh korban yang berhasil dievakuasi langsung dilarikan ke sejumlah fasilitas kesehatan terdekat. Penanganan medis dilakukan secara intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bekasi serta beberapa rumah sakit swasta lainnya seperti RS Primaya.
"Data terakhir yang saya dapat, 36 korban ada di RSUD, 4 meninggal dunia. Di rumah sakit lain masih dalam proses pendataan. Kita pastikan semua dilayani dengan baik," katanya Tri Adhianto, Wali Kota Bekasi.
Hingga saat ini, pendataan identitas dan kondisi para korban masih terus diperbarui oleh pihak terkait. Petugas medis di lapangan tetap disiagakan untuk mengantisipasi adanya tambahan korban dari titik evakuasi yang masih berjalan.