Petugas gabungan masih melakukan proses evakuasi intensif terhadap penumpang yang terjepit dalam kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Selasa (28/4/2026) dini hari. Upaya penyelamatan dilakukan secara hati-hati oleh personel TNI, Polri, Basarnas, hingga petugas pemadam kebakaran guna mengeluarkan korban yang masih terjebak di dalam rangkaian kereta.
Dilansir dari Megapolitan, sebanyak tujuh penumpang dilaporkan masih terperangkap di dalam gerbong KRL relasi JakartaÔÇôCikarang. Di lokasi kejadian, tim Basarnas terpantau telah mengevakuasi satu kantong jenazah dari reruntuhan rangkaian untuk kemudian dilarikan ke rumah sakit terdekat menggunakan ambulans yang telah disiagakan.
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Bobby Rasyidin, mengonfirmasi bahwa insiden maut ini telah merenggut empat nyawa. Selain korban meninggal dunia, tercatat sebanyak 71 orang mengalami luka-luka dan saat ini tengah menjalani perawatan medis di beberapa rumah sakit di wilayah Bekasi.
"Kami memberikan perawatan yang sangat optimal, yang sangat maksimal sekali untuk kesembuhan para korban yang menderita luka-luka ini," ujar Bobby Rasyidin, Direktur Utama PT KAI.
Hingga pukul 03.10 WIB, suasana di area stasiun masih dipenuhi ratusan personel medis dan relawan PMI yang bersiaga di titik-titik evakuasi. Fokus utama petugas saat ini adalah mempercepat penyelamatan sebelum memulai pembersihan jalur serta perbaikan operasional kereta api yang terdampak.
"Hingga saat ini masih ada sekitar enam hingga tujuh korban yang belum berhasil dievakuasi karena terjepit di dalam gerbong," kata Bobby Rasyidin, Direktur Utama PT KAI.
Pihak berwenang memutuskan untuk melakukan pemotongan pada bagian rangkaian kereta yang mengalami kerusakan parah demi menjangkau korban yang terjepit. Bobby menambahkan bahwa akses jalur rel di lokasi kecelakaan akan dibuka kembali secara bertahap setelah seluruh proses evakuasi dan pembersihan material gerbong selesai dilaksanakan.