Evakuasi Kecelakaan Kereta di Bekasi Rampung 14 Orang Meninggal Dunia

Evakuasi Kecelakaan Kereta di Bekasi Rampung 14 Orang Meninggal Dunia
Foto: Ilustrasi Evakuasi Kecelakaan Kereta di Bekasi Rampung 14 Orang Meninggal Dunia.

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) merampungkan proses evakuasi korban kecelakaan kereta yang melibatkan rangkaian Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, pada Senin (27/4/2026) malam.

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii memberikan konfirmasi bahwa operasi SAR secara resmi berakhir pada Selasa (28/4/2026) pukul 08.00 WIB. Dilansir dari Kompas, penanganan khusus tersebut berhasil diselesaikan dalam durasi kurang dari 12 jam sejak peristiwa terjadi.

"Kita telah menyelesaikan operasi SAR dengan penanganan khusus kurang dari 12 jam," kata Syafii dalam konferensi pers di Stasiun Bekasi Timur, Selasa.

Pihak berwenang kemudian membubarkan personel yang bertugas setelah memastikan area steril dari korban. Syafii menjelaskan bahwa seluruh anggota tim evakuasi telah ditarik kembali ke pangkalan pusat masing-masing.

"Tadi pagi, pukul 08.00 WIB sudah selesai. Seluruh Tim SAR kita nyatakan, kita kembalikan ke homebase masing-masing," imbuhnya.

Meskipun operasi penyelamatan telah dinyatakan usai, Syafii tetap menekankan kewaspadaan selama tahap pembersihan lanjutan. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi temuan bagian tubuh sekecil apa pun di antara puing-puing kereta.

"Saya sampaikan bahwa saya pastikan sudah tidak ada korban yang kita temukan. Namun dalam proses pembersihan bangkai kereta, andai saja diketemukan sekecil apa pun body part dari tubuh, tentunya kita akan melakukan tindakan sesuai dengan prosedur. Dan itu memang harus kita lakukan," jelasnya.

Penyaluran korban dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan penanganan medis segera. Seluruh korban yang berhasil dikeluarkan dari rangkaian kereta langsung ditangani oleh petugas kesehatan di lokasi.

"Seluruh korban yang kita evakuasi, baik itu secara langsung ataupun dengan ekstrikasi, semuanya kita serahkan ke tim medis yang langsung dirujuk ke rumah sakit yang telah ditentukan," tuturnya.

Syafii juga memberikan keterangan terkait demografi usia para korban yang terdampak dalam musibah tersebut. Berdasarkan identifikasi di lapangan, ia tidak menemukan adanya korban dari kalangan anak-anak.

"Saya melihatnya tidak ada (korban anak), semuanya sudah masuk dalam kategori dewasa," ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin memberikan rincian data total korban akibat insiden tabrakan kereta tersebut. Bobby mengungkapkan adanya puluhan korban luka selain korban jiwa yang telah terdata.

"Jadi jumlah korban itu 14 orang meninggal dunia, ada 84 yang luka-lukuka," jelas Bobby, Selasa.

Pihak KAI melaporkan bahwa saat ini puluhan korban luka masih mendapatkan perawatan intensif. Penanganan medis tersebut tersebar di delapan rumah sakit yang berbeda di wilayah tersebut.

Artikel terkait

Rekomendasi