PT Sinar Eka Selaras Tbk (ERAL) melakukan aksi korporasi dengan menjual 90,1% saham PT Era Industri Otomotif kepada Xpeng International Holding (Hong Kong) Ltd. Perusahaan ini merupakan emiten yang menempatkan Rebecca Halim, istri dari Sugianto Kusuma atau Aguan, sebagai pemilik manfaat atau pengendali.
Seperti dikutip dari Investor Daily, transaksi tersebut mengubah komposisi kepemilikan ERAL di PT Era Industri Otomotif secara drastis. Kepemilikan saham perusahaan merosot dari semula 99,99% kini tersisa menjadi 9,9%. Sebaliknya, porsi kepemilikan Xpeng melonjak dari tiada menjadi dominan sebesar 90,1%.
Meskipun demikian, nilai nominal dari transaksi pelepasan saham tersebut tidak dipublikasikan ke publik.
"PT Era Industri Otomotif merupakan entitas yang berfokus pada kegiatan manufaktur dan perakitan kendaraan listrik di Indonesia," sebut Stockbit Sekuritas dalam catatannya, Senin (18/5/2026).
Langkah taktis ini diambil sebagai wujud penguatan kolaborasi strategis jangka panjang bersama Xpeng. Kemitraan tersebut bertujuan penuh untuk mempercepat dan mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik di tanah air.
Di sisi lain, seluruh aktivitas distribusi, pemasaran, hingga layanan purna jual brand Xpeng di Indonesia dipastikan tidak terganggu. Kegiatan operasional tersebut tetap berjalan normal di bawah kendali PT Era Inovasi Otomotif dan PT Era Dealer Otomotif yang berada dalam naungan ERAL.
Sinar Eka Selaras sendiri merupakan anak usaha dari PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) yang dikendalikan oleh sektor kepemilikan yang sama. Perusahaan berkode saham ERAL ini memang memfokuskan lini bisnisnya pada segmen gaya hidup dan otomotif.
Sepanjang periode tahun 2025, ERAL melewati dinamika bisnis yang cukup menantang. Perusahaan sebenarnya berhasil membukukan lonjakan pendapatan sebesar 34,1% sehingga menyentuh angka Rp 6,5 triliun.
Pertumbuhan pendapatan tersebut didorong oleh performa perdana segmen otomotif. Lini ini berhasil menyumbang dana sebesar Rp 827 miliar yang bersumber dari distribusi mobil listrik pabrikan Xpeng.
Sementara itu, sektor produk aksesoris beserta IoT masih kokoh bertindak sebagai kontributor pendapatan terbesar dengan raihan Rp 3,7 triliun. Posisi berikutnya disusul oleh lini bisnis fesyen yang mencatatkan angka Rp 1,2 triliun.
Kendati mencatat pertumbuhan pendapatan yang masif, kondisi tersebut belum berbanding lurus dengan tingkat profitabilitas perusahaan. Laba bersih yang dikantongi ERAL justru mengalami penurunan sebesar 16,1% menjadi Rp 169 miliar dari perolehan sebelumnya yang mencapai Rp 201 shadow triliun.
Penyebab utama penurunan laba ini dipicu oleh membengkaknya pos beban operasional secara signifikan. Beban penjualan dan distribusi perusahaan melonjak tajam hingga 114,1%, sedangkan beban umum dan administrasi terkerek naik 53,8%.
Tekanan terhadap performa keuangan perusahaan kian bertambah akibat kerugian investasi pada usaha patungan. Kerja sama dalam PT MST Golf Indonesia tersebut mendatangkan kerugian yang ikut menyeret kinerja keuangan sebesar Rp 7,6 miliar.
Pertumbuhan pendapatan yang impresif pada akhirnya belum mampu menutupi tingginya tekanan biaya operasional. Lonjakan beban ini terjadi akibat ekspansi besar-besaran pada segmen gaya hidup serta otomotif yang membutuhkan alokasi modal kerja tinggi.
Saat ini, ERAL tengah berada dalam fase investasi berat demi memperkuat posisi tawar dan pijakan bisnis mereka di sektor gaya hidup dan industri otomotif nasional.