Empat sekolah dasar berhasil meraih gelar juara dalam kompetisi MilkLife Soccer Challenge Kudus dan Malang Seri 2 2025/2026 yang mempertandingkan sepak bola putri usia dini. Dilansir dari Media Indonesia, turnamen ini menjadi bagian dari program pembinaan jangka panjang atlet putri di Indonesia.
Ajang di Kudus menempatkan MI NU Baitul Mukminin sebagai kampiun kategori kelompok usia (KU) 10 dan SDN Jambean 02 Pati pada kategori KU 12. Sementara itu, gelar juara di Malang diraih oleh SDN Tulungrejo 02 untuk KU 10 dan SDN Lowokwaru 3 untuk kategori KU 12.
Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono, mengonfirmasi bahwa kejuaraan ini ditujukan sebagai fondasi dasar olahraga sepak bola putri. Pihak penyelenggara berkomitmen memberikan wadah kompetitif yang konsisten bagi para siswi sekolah dasar.
"MilkLife dan Djarum Foundation memiliki komitmen jangka panjang untuk mendukung sepak bola putri Indonesia. MilkLife Soccer Challenge kini memasuki tahun ketiga dan secara kualitas terus menunjukkan perkembangan konsisten," kata Teddy.
Menurutnya, rutinitas kompetisi sangat krusial bagi pembentukan mental bertanding para atlet muda. Pengalaman di lapangan dinilai menjadi modal penting bagi perkembangan karier sepak bola mereka di masa depan.
"Penyelenggaraan yang konsisten dan berkelanjutan seperti ini sangat penting untuk membangun fondasi sepak bola putri," ujar Teddy.
Pelatih Kepala MilkLife Soccer Challenge, Timo Scheunemann, menambahkan bahwa fokus utama turnamen ini mencakup aspek pembentukan karakter. Konsistensi dalam berlatih menjadi tolok ukur utama di samping pencapaian hasil pertandingan.
"Prestasi itu memang penting tapi yang tidak kalah penting adalah konsistensi para siswi dalam latihan," tutur Timo.
Timo memaparkan bahwa terdapat tren positif berupa peningkatan kuantitas peserta dan kualitas permainan di kedua kota. Seri Kudus tercatat diikuti oleh 1.391 siswi dari 89 sekolah, sedangkan seri Malang mengumpulkan 2.161 peserta dari 122 sekolah.
Pada partai puncak KU 10 Kudus, MI NU Baitul Mukminin meraih kemenangan 4-1 atas MI NU Pendidikan Islam. Pada laga final KU 12 Kudus, SDN Jambean 02 Pati mengalahkan juara bertahan SDUT Bumi Kartini Jepara lewat adu penalti dengan skor 6-5.
Keberhasilan merebut gelar juara tersebut disambut positif oleh kubu SDN Jambean 02 Pati. Pertandingan final yang berlangsung ketat memberikan pengalaman berharga bagi para pemain di lapangan.
"Kami tidak menyangka bisa merebut gelar juara KU 12. Itu tadi pertandingan yang sangat menegangkan tapi seru," ujar Faiha, Kapten SDN Jambean 02 Pati Faiha Talloi Carena.
Sementara di Malang, SDN Lowokwaru 3 mengamankan trofi KU 12 setelah menang tiga gol tanpa balas atas SDN Pandanlandung. Performa anak-anak asuhnya dinilai sesuai dengan arahan tim pelatih.
"Final tadi berjalan luar biasa. Anak-anak mampu bermain tenang dan menjalankan instruksi dengan sangat baik di lapangan," kata Hazmi, Pelatih SDN Lowokwaru 3 Hazmi Wardi.
Hazmi juga mengapresiasi penampilan penyerang Adelice Maureen Hanum Faisal yang menjadi tumpuan serangan tim. Pada kategori KU 10 Malang, SDN Tulungrejo 02 memastikan posisi pertama setelah mengalahkan SDN Tunjungsekar 3 dengan skor akhir 3-1.