Jumlah jemaah haji Indonesia yang meninggal dunia di Arab Saudi dilaporkan bertambah empat orang pada Kamis, 7 Mei 2026, menurut data terbaru Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI. Dilansir dari Nasional, penambahan ini membuat akumulasi jemaah yang wafat di Tanah Suci kini mencapai 16 orang.
Juru Bicara Kemenhaj Maria Assegaf mengungkapkan identitas para jemaah tersebut dalam konferensi pers yang digelar sehari setelahnya. Empat jemaah tersebut terdiri dari Misno Irokarso (kloter JKG 9), Abede Wahid (kloter SUB 7), Fajar Puja Sasmita (kloter SUB 11), dan Amit Asim (kloter KJT 9).
"Kami juga turut menyampaikan data jemaah yang wafat di Arab Saudi, innalillahi wa innailaihi rajiun. Pada hari Kamis, 7 Mei 2026, terdapat empat jemaah yang wafat," ujar Maria Assegaf, Juru Bicara Kemenhaj.
Peningkatan jumlah kasus kematian ini tercatat berasal dari berbagai daerah asal, mulai dari Kabupaten Lampung Timur, Pasuruan, Kota Malang, hingga Kabupaten Bekasi. Pihak kementerian juga menyoroti penyebab utama kematian para jemaah dalam periode pelaksanaan ibadah ini.
"Dengan demikian, saat ini total jemaah wafat sebanyak 16 orang," ujar Maria Assegaf, Juru Bicara Kemenhaj.
Penyumbatan pembuluh darah ke jantung serta radang paru-paru diidentifikasi sebagai faktor medis yang paling dominan menyebabkan jemaah kehilangan nyawa. Maria menyampaikan belasungkawa resmi atas nama instansi kepada seluruh keluarga jemaah yang berpulang.
"Kami menyampaikan kabar duka ini dengan duka cita yang mendalam, semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah Subhanahu wa Ta'ala, dan keluarga ditinggalkan diberikan ketabahan," kata Maria Assegaf, Juru Bicara Kemenhaj.
Selain laporan mengenai kematian, Kemenhaj memaparkan kondisi kesehatan umum para jemaah lainnya yang tengah menjalankan rangkaian ibadah haji. Tercatat sebanyak 17.301 jemaah telah melakukan pengobatan jalan dan 161 orang lainnya dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia.
"Total jemaah yang dirujuk kerumah sakit Arab Saudi sebanyak 311 orang. Hingga saat ini, sebanyak 82 jemaah masih menjalani perawatan di rumah sakit Arab Saudi," tutur Maria Assegaf, Juru Bicara Kemenhaj.