Embarkasi Lombok Berangkatkan Kloter Pertama Haji Nusa Tenggara Barat

Embarkasi Lombok Berangkatkan Kloter Pertama Haji Nusa Tenggara Barat
Foto: Ilustrasi Embarkasi Lombok Berangkatkan Kloter Pertama Haji Nusa Tenggara Barat.

Sebanyak 387 jemaah haji asal Kabupaten Lombok Timur dijadwalkan terbang menuju Arab Saudi pada Rabu, 22 April 2026 pukul 14.30 WITA melalui Embarkasi Lombok. Keberangkatan ini menandai dimulainya fase operasional haji di Provinsi Nusa Tenggara Barat yang terbagi dalam 15 kelompok terbang.

Persiapan keberangkatan tetap berlangsung intensif di Asrama Haji Lombok di tengah kabar duka mengenai satu orang calon haji yang wafat sebelum jadwal keberangkatan, sebagaimana dilansir dari Cahaya. Pemerintah memastikan alokasi kuota daerah tidak akan berkurang akibat kejadian tersebut.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah NTB, Lalu Muhammad Amin, memberikan konfirmasi mengenai laporan wafatnya calon jemaah tersebut saat melakukan konferensi pers di Kota Mataram pada Senin, 20 April 2026.

"Iya, informasi itu kami sudah terima laporannya," ujarnya Lalu Muhammad Amin, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah NTB.

Almarhum diketahui bernama Muhamad Yasin yang berasal dari Batujai, Kabupaten Lombok Tengah. Sedianya, almarhum yang tergabung dalam kloter 7 dijadwalkan memasuki asrama pada 29 April mendatang.

"Jika ada jamaah yang meninggal, tentu akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku. Namun kuota NTB sebanyak 5.800-an itu insyaallah tetap terpenuhi, tidak berkurang meski ada yang meninggal," katanya Lalu Muhammad Amin, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah NTB.

Secara keseluruhan, jumlah jemaah calon haji asal NTB yang akan diberangkatkan mencapai 5.798 orang. Angka ini mencakup jemaah reguler serta tambahan petugas yang akan mendampingi selama proses ibadah di Tanah Suci.

"Jumlah jamaah berdasarkan kuota NTB sebanyak 5.798 orang, ditambah petugas yang menyertai sebanyak 80 orang, sehingga total keseluruhan yang akan diberangkatkan sebanyak 5.846 orang," katanya Lalu Muhammad Amin, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah NTB.

Pemerintah juga memberikan perhatian khusus pada 190 jemaah yang masuk dalam kategori lanjut usia atau di atas 65 tahun. Penekanan diberikan pada pemantauan kesehatan karena kondisi cuaca ekstrem di Arab Saudi saat ini.

"Bagi yang memiliki risiko kesehatan tinggi tetap akan mendapatkan perhatian khusus," ujarnya Lalu Muhammad Amin, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah NTB.

Jemaah kloter 1 dijadwalkan mulai memasuki Asrama Haji Mataram pada Selasa, 21 April 2026 pukul 06.00 WITA. Lalu Muhammad Amin mengingatkan para jemaah untuk mewaspadai suhu udara yang bisa mencapai 43 derajat Celsius di Madinah.

"Informasi cuaca yang kami peroleh dari petugas haji yang sudah lebih dahulu berada di Tanah Suci, untuk Madinah itu 43 derajat Celsius dan Makkah 36 derajat, makanya kita mengimbau jamaah untuk menjaga kesehatan fisik. Karena banyak di antara jamaah kita yang merupakan lansia," katanya Lalu Muhammad Amin, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah NTB.

Dukungan layanan kesehatan juga telah disiapkan oleh pihak RSUD Provinsi NTB sebagai rumah sakit rujukan bagi para jemaah. Direktur RSUD Provinsi NTB, drg Asrul Sani, menyatakan kesiapan tim medis dan dokter spesialis untuk menangani kebutuhan kesehatan jemaah.

"Kami siap menerima rujukan pelayanan haji. Kami sudah melakukan persiapan untuk itu dan kami sudah siapkan tim medis baik dokter maupun perawat," ujarnya drg Asrul Sani, Direktur RSUD Provinsi NTB.

Kelengkapan dokter spesialis di rumah sakit milik pemerintah provinsi tersebut dinilai sangat memadai untuk melakukan pemeriksaan rutin maupun penanganan darurat bagi jemaah embarkasi Lombok.

"Kita sangat lengkap sekali (dokter spesialis) untuk rumah sakit provinsi," kata drg Asrul Sani, Direktur RSUD Provinsi NTB.

Sebagai langkah antisipasi, pihak rumah sakit meminta agar jemaah, khususnya yang memiliki risiko tinggi, untuk disiplin mematuhi arahan medis. Proses pendampingan akan terus dilakukan sepanjang rangkaian ibadah haji berlangsung.

"Kita minta jamaah calon haji untuk tetap mengikuti saran dan nasehat tim medis yang mendampingi," ujarnya drg Asrul Sani, Direktur RSUD Provinsi NTB.

Artikel terkait

Rekomendasi