Perusahaan teknologi perhotelan asal Tiongkok, Elong Hotel Technology, resmi memperluas jaringan bisnisnya ke Indonesia melalui acara bertajuk Go Indonesia, Win Together di Jakarta pada Rabu, 13 Mei 2026. Langkah strategis ini diambil guna merespons pertumbuhan positif industri pariwisata serta peningkatan okupansi hotel nasional.
Ekspansi tersebut menjadi bagian dari strategi bernama Eco-Going Global setelah sebelumnya perusahaan masuk ke pasar Thailand dan Malaysia. Dilansir dari Media Indonesia, pertumbuhan industri pariwisata dalam negeri memicu daya tarik bagi ekspansi bisnis perusahaan teknologi perhotelan global.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia menyentuh angka 1,41 juta pada Desember 2025. Angka tersebut menunjukkan kenaikan sebesar 14,43 persen dibandingkan periode sebelumnya, sementara tingkat okupansi hotel berbintang nasional berada di angka 56,12 persen dengan jumlah akomodasi meningkat menjadi 34.702 unit.
CEO Elong Hotel Technology, Xi Dandan, menjelaskan bahwa perluasan ekosistem akomodasi global menjadi tujuan utama dari strategi ekspansi internasional ini.
"Setelah berkembang pesat di pasar luar negeri, kami ingin memperluas jangkauan ekosistem Elong Hotel Technology secara global," ujar Xi Dandan, CEO Elong Hotel Technology.
Melalui implementasi strategi itu, perusahaan menghadirkan solusi five-in-one yang mengintegrasikan standar merek, sistem operasional, perangkat digital, dukungan rantai pasok, hingga konektivitas finansial. Pada peluncuran di Jakarta, Elong Hotel Technology turut memperkenalkan sejumlah merek internasional seperti Elong Deluxe dan Mehood Elegant Hotel.
Perusahaan juga meluncurkan berbagai teknologi hotel pintar berbasis otomatisasi dan kecerdasan buatan (AI) seperti robot layanan, sistem operasional AI, serta konstruksi modular prefabrikasi. Teknologi ini diklaim mampu mempercepat pembangunan hotel sekaligus menekan pengeluaran operasional.
Sebagai percontohan, Elong Hotel Jakarta PIK menampilkan kinerja dengan mencatat tingkat okupansi mencapai 93 persen sepanjang tahun 2025. Pendapatan per kamar yang tersedia atau RevPAR di hotel tersebut dilaporkan melampaui Rp1,3 juta seiring berkembangnya kawasan Pantai Indah Kapuk sebagai pusat bisnis baru.
Guna memperkuat rantai pasok di tingkat regional, Elong Hotel Technology turut mendirikan gudang luar negeri di Asia Tenggara lewat bantuan platform digital Zhiyi Technology. Platform ini memfasilitasi pengadaan barang lintas negara, pergudangan lokal, distribusi kamar hotel, hingga sistem manajemen properti internasional.
Jakarta diproyeksikan akan menjadi pusat operasional ekspansi regional bagi Elong Hotel Technology di Asia Tenggara. Manajemen perusahaan berencana untuk terus memperluas jaringan ke berbagai destinasi wisata utama di Indonesia lewat pendekatan asset-light serta pemanfaatan teknologi pintar.