Miliarder Elon Musk mengakui bahwa perusahaan rintisan miliknya, xAI, menggunakan model buatan OpenAI untuk meningkatkan kemampuan model AI mereka sendiri. Kesaksian ini disampaikan Musk dalam persidangan gugatannya terhadap OpenAI, CEO Sam Altman, dan Greg Brockman di pengadilan federal California pada Jumat (1/5/2026).
Dilansir dari Detik iNET, pengakuan tersebut muncul saat Musk dicecar pertanyaan mengenai penggunaan teknik distilasi dalam melatih chatbot Grok. Musk pada awalnya sempat menghindari pertanyaan tersebut dengan menyatakan bahwa metode distilasi merupakan praktik yang dilakukan oleh semua perusahaan pengembang kecerdasan buatan.
"Sebagian." kata Musk saat ditanya apakah jawaban pertamanya mengonfirmasi penggunaan model OpenAI secara langsung.
Praktik distilasi melibatkan penggunaan model AI yang berukuran besar untuk melatih dan menyempurnakan performa model yang lebih kecil. Meski umum digunakan secara internal oleh perusahaan, metode ini sering memicu kontroversi jika digunakan untuk meniru kinerja model milik pesaing tanpa izin yang sah.
"Sudah menjadi praktik standar untuk menggunakan model AI lain untuk memvalidasi AI Anda." ujar Musk sebagai pembelaan atas metode pelatihan yang diterapkan pada xAI.
Beberapa raksasa teknologi seperti OpenAI, Anthropic, dan Google telah berkolaborasi melalui Frontier Model Forum guna memitigasi upaya distilasi. Langkah ini diambil terutama untuk mengawasi aktivitas perusahaan asal China yang diduga sering melakukan kueri sistematis terhadap sistem mereka untuk mempelajari mekanisme internal model tersebut.
Dalam laporan yang dikutip dari The Verge, OpenAI dan Anthropic juga melayangkan tuduhan serupa kepada perusahaan lain. OpenAI menuduh DeepSeek melakukan distilasi, sementara Anthropic menyebut DeepSeek, Moonshot, dan MiniMax sebagai pihak-pihak yang mempraktikkan metode tersebut.
Selain membahas masalah teknis pelatihan, Musk memaparkan pandangannya mengenai peta persaingan industri AI global saat ini. Ia memberikan pemeringkatan terhadap para pemain besar di sektor tersebut berdasarkan keunggulan teknologi mereka.
"Iya." jawab Musk menanggapi pertanyaan mengenai posisi xAI di industri, seraya menambahkan bahwa perusahaan AI nomor satu adalah Anthropic, diikuti oleh OpenAI, Google, dan model open source dari China.
Musk memberikan penegasan bahwa posisi xAI saat ini masih berada di bawah para raksasa tersebut karena faktor sumber daya. Ia mendeskripsikan xAI sebagai entitas yang jauh lebih kecil karena hanya memiliki kekuatan tim sebanyak beberapa ratus karyawan saja.