Sejumlah orang tua melaporkan dugaan kekerasan seksual terhadap anak yang terjadi di Daycare Little Aresha kepada pihak kepolisian setelah menemukan adanya perubahan perilaku seksual yang menyimpang pada buah hati mereka. Aduan tersebut disampaikan di Mapolresta Jogja pada Senin (27/4/2026) sore.
Laporan ini mencuat menyusul adanya keluhan fisik pada area sensitif anak yang terdeteksi oleh orang tua usai mengikuti aktivitas di tempat penitipan tersebut. Penemuan ini memicu kekhawatiran mendalam di kalangan keluarga korban terkait keamanan lingkungan pendidikan anak.
Fadli, salah satu orang tua siswa, mengungkapkan bahwa dirinya mendapati perubahan perilaku yang sangat mencolok pada anaknya dalam beberapa hari terakhir. Hal ini diperkuat dengan adanya keluhan rasa sakit pada bagian tubuh tertentu milik sang anak.
"Berbicara" merupakan salah satu cara anak menunjukkan tekanan atau trauma melalui perubahan sikap yang tidak biasa. Sebagaimana dilansir dari Suara, kepekaan orang tua menjadi faktor krusial dalam mendeteksi sinyal-sinyal trauma yang mungkin tidak bisa diungkapkan anak melalui kata-kata.
Beberapa indikator yang perlu diwaspadai meliputi perubahan emosi seperti menjadi pendiam, mengalami mimpi buruk, hingga menunjukkan perilaku seksual yang tidak sesuai dengan usia mereka. Selain itu, anak-anak mungkin menunjukkan ketakutan pada tempat atau orang tertentu tanpa alasan yang jelas.
Selain faktor perilaku, tanda fisik seperti memar yang tidak jelas asalnya atau kesulitan berjalan juga menjadi peringatan penting bagi orang tua. Penanganan yang cepat dari pihak profesional dan kepolisian sangat diperlukan untuk memitigasi dampak trauma jangka panjang bagi para korban.