Politikus senior PAN Dradjad Wibowo menekankan bahwa eksistensi partai politik dalam pandangan publik sangat bergantung pada kepemilikan kursi di parlemen pada Selasa (28/4/2026). Ia menilai partai yang menempatkan anggotanya di kabinet namun gagal lolos ke DPR akan kurang diperhitungkan.
Kekuatan di legislatif dianggap memiliki signifikansi yang jauh lebih besar bagi sebuah partai politik dibandingkan sekadar mendapatkan posisi di jajaran eksekutif pemerintahan, sebagaimana dilansir dari Nasional.
ÔÇ£Jadi, itu jauh lebih penting. Partai bahkan katakanlah dia punya menteri di kabinet segala macam, dia enggak punya kursi di DPR, kurang dianggap. Saya enggak usah sebutin, tapi sudah banyak kan contohnya kan," kata Dradjad, Politikus Senior PAN.
Eksistensi kursi di DPR dipandang bukan hanya sebagai simbol martabat partai, melainkan sebagai penentu posisi tawar yang sangat krusial dalam kancah perpolitikan nasional.
ÔÇ£Jadi, kursi di DPR itu sangat krusial, sangat menentukan bukan hanya drajat dan wibowo-nya partai, tapi juga menentukan bargaining position dari partai. Ya, dan itu harus kekuatannya di parlemen," ungkap Dradjad, Politikus Senior PAN.
Pengaruh di parlemen juga disebut berdampak luas pada kemampuan partai dalam membentuk kebijakan publik serta distribusi kekuasaan di pemerintahan. Dradjad turut menyoroti fenomena partai pendukung presiden yang tidak memiliki kursi legislatif sehingga hanya mendapatkan posisi wakil menteri.
ÔÇ£Kan banyak nih teman-teman partai yang sejak 2014 selalu sama Pak Prabowo kan, tapi partainya enggak lulus threshold, enggak ada kursi di parlemen. Ya, namanya wamen. Wamen itu namanya one parliament. Maaf, teman-teman wamen," kata Dradjad, Politikus Senior PAN.
Terkait persiapan menuju Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029, Dradjad menjelaskan bahwa setiap partai akan mempertimbangkan efek ekor jas (coattail effect) guna mendongkrak perolehan suara legislatif mereka melalui pencalonan kader.
ÔÇ£Partai-partai itu sangat realistis kok. Dan hitung-hitungannya biasanya mereka sudah sangat, sudah relatif lebih akurat dari mereka yang tidak berpartai. Karena memang bisa menghitung langsung, bisa merasakan langsung," pungkas Dradjad, Politikus Senior PAN.