Anggota Komisi VIII DPR RI Dini Rahmania mendesak penguatan pengawasan terhadap aktivitas jemaah di luar rangkaian resmi haji 2026 menyusul kecelakaan rombongan jemaah Indonesia saat melakukan city tour di Madinah pada Selasa (28/4/2026).
Permintaan tersebut muncul setelah dua bus jemaah haji Indonesia mengalami insiden di jalur wisata Jabal Magnet yang mengakibatkan sejumlah jemaah mengalami luka-luka. Dilansir dari Nasional, operasional haji saat ini telah memasuki hari kedelapan dengan puluhan ribu jemaah sudah berada di Tanah Suci.
"Saya turut prihatin dan menaruh perhatian serius terhadap kejadian kecelakaan yang menimpa rombongan jemaah dalam kegiatan di luar rangkaian resmi penyelenggaraan haji 2026," kata Dini Rahmania, Anggota Komisi VIII DPR RI.
Politikus Partai Nasdem tersebut menekankan bahwa aspek keselamatan tidak boleh terabaikan meskipun jemaah sedang mengikuti agenda tambahan di luar jadwal yang difasilitasi oleh pemerintah.
"Keselamatan jemaah harus tetap menjadi prioritas dalam setiap aktivitas, baik yang difasilitasi pemerintah maupun kegiatan tambahan," sambung Dini Rahmania, Anggota Komisi VIII DPR RI.
Dini menilai insiden ini menjadi peringatan bagi penyelenggara untuk lebih waspada terhadap risiko-risiko perjalanan selama di Arab Saudi.
"Saya memandang kejadian ini sebagai pengingat bagi semua pihak untuk meningkatkan kehati-hatian dan pengawasan, agar setiap kegiatan yang diikuti jemaah tetap aman dan tidak menimbulkan risiko yang dapat dihindari," ucap Dini Rahmania, Anggota Komisi VIII DPR RI.
Ia menambahkan, kendati pemerintah sudah menyediakan rute ziarah resmi ke lokasi bersejarah, peran Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) sangat vital dalam mengelola manajemen risiko perjalanan mandiri jemaah.
"Di luar itu, kegiatan tambahan tentu menjadi bagian dari kebutuhan jemaah, namun pelaksanaannya perlu dikelola dengan penuh tanggung jawab oleh penyelenggara, dalam hal ini KBIH, terutama dalam memastikan dan bertanggung jawab pada aspek keamanan, keselamatan, kelayakan transportasi, serta pendampingan jemaah," pungkas Dini Rahmania, Anggota Komisi VIII DPR RI.
Mengenai detail peristiwa, Pelaksana Tugas Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI, Heni Hamidah, menjelaskan bahwa kecelakaan tersebut terjadi saat bus dalam perjalanan pulang dari Jabal Magnet.
"Kecelakaan tersebut melibatkan bus JHI Kloter SUB-2 dan bus JHI Kloter JKS-1 saat perjalanan kembali dari kegiatan city tour Jabal Magnet," kata Heni Hamidah, Pelaksana Tugas Direktur Perlindungan WNI Kemenlu.
Berdasarkan data Kemenlu, sebanyak 10 jemaah mengalami luka-luka dalam peristiwa tersebut, yang terdiri dari tujuh orang dari kloter JKS-1 dan tiga orang dari kloter SUB-2 tanpa adanya laporan korban jiwa.
"Serta pihak-pihak terkait guna memastikan seluruh jemaah memperoleh penanganan dan pendampingan yang diperlukan," ujar Heni Hamidah, Pelaksana Tugas Direktur Perlindungan WNI Kemenlu.
Saat ini, satu jemaah berusia 60 tahun dari kloter SUB-2 masih menjalani observasi medis di RS Al-Hayyat Quba, sementara jemaah lainnya telah kembali ke pemondokan masing-masing.