Ketua Komisi V DPR Desak Evaluasi Perlintasan Sebidang Pascatabrakan KA

Ketua Komisi V DPR Desak Evaluasi Perlintasan Sebidang Pascatabrakan KA
Foto: Ilustrasi Ketua Komisi V DPR Desak Evaluasi Perlintasan Sebidang Pascatabrakan KA.

Ketua Komisi V DPR Lasarus mendesak pemerintah untuk mengevaluasi dan menutup perlintasan sebidang berisiko tinggi menyusul kecelakaan maut antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam.

Insiden tragis tersebut mengakibatkan 14 orang meninggal dunia dan 84 orang mengalami luka-luka berdasarkan data hingga Selasa (28/4/2026) pukul 08.45 WIB sebagaimana dilansir dari Nasional. Penanganan para korban saat ini tersebar di berbagai fasilitas kesehatan di wilayah Bekasi.

Pimpinan Komisi V DPR tersebut memberikan peringatan keras terkait bahaya laten perlintasan kereta api yang masih banyak tersebar di berbagai wilayah. Ia menegaskan bahwa insiden ini harus menjadi titik balik perbaikan sistem keamanan perkeretaapian.

"Kita sudah mengingatkan bahwa lintasan sebidang itu sangat-sangat berbahaya dan sudah memicu berkali-kali kecelakaan kereta api di Indonesia," ujar Lasarus lewat keterangannya, Selasa (28/4/2026).

Legislator dari PDI-P ini menyoroti standar operasional jalur kereta yang seharusnya steril dari segala bentuk gangguan fisik. Ia menyoroti keberadaan hambatan yang memicu kecelakaan beruntun tersebut.

"Seperti kita ketahui, harusnya kereta api itu jalur lintasannya clear and clean, dan tidak boleh ada obstacle atau hambatan apapun yang memungkinkan untuk terjadi di jalur kereta api," tegas Lasarus.

Masalah penanganan perlintasan ilegal juga menjadi perhatian serius dalam koordinasi dengan pihak terkait. Lasarus meminta langkah cepat agar tidak ada lagi nyawa yang melayang di titik-titik rawan tersebut.

"Ini potensi bisa terjadi kecelakaan kalau tidak ditangani dengan cepat. Jadi kami berharap dari Komisi V DPR RI, ini kalau boleh jangan sampai terulang lagi kejadian tersebut, cukuplah sudah kecelakaan hari ini dan yang telah lalu," ujar politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) itu.

Selain tuntutan evaluasi teknis, pimpinan komisi tersebut juga menyatakan keprihatinan mendalam kepada seluruh pihak yang terdampak musibah di Bekasi Timur. Ia meminta jaminan penanganan terbaik bagi para korban yang selamat.

"Semoga keluarga korban diberi kekuatan dan ketabahan. Dan kepada petugas di lapangan untuk memastikan dan memprioritaskan penanganan korban agar mendapatkan penanganan dengan baik dan maksimal," ujar Lasarus.

Kronologi kejadian bermula dari taksi hijau yang mogok di perlintasan dan tertabrak KRL, kemudian saat evakuasi berlangsung, KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya menghantam rangkaian KRL. Dampak insiden ini juga menyebabkan pembatalan sedikitnya 19 jadwal perjalanan kereta api.

Daftar Rumah Sakit Penanganan Korban
Fasilitas KesehatanLokasi
RS Polri Kramat JatiJakarta (Identifikasi)
RSUD BekasiKota Bekasi
RS Bella & RS Bakti KartiniKota Bekasi
RS Primaya & RS SiloamBekasi Timur
RS Hermina & RS Mitra KeluargaBekasi Timur/Barat
RS Mitra PlumbonCibitung

Artikel terkait

Rekomendasi