Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menekankan urgensi evaluasi dan audit sistem transportasi darat menyusul serangkaian kecelakaan maut yang melibatkan KRL di Bekasi dan bus ALS di Sumatera Selatan dalam rapat paripurna pembukaan Masa Sidang V di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (12/5/2026).
Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan duka mendalam bagi para korban peristiwa tragis yang merenggut nyawa tersebut. Berdasarkan data PT KAI yang dilansir dari Nasional, kecelakaan KRL Commuterline nomor PLB 5568A dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur mengakibatkan 16 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka.
"Semoga korban yang berpulang mendapat tempat yang terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan korban yang luka-luka segera diberi kesembuhan serta keluarga korban diberikan kekuatan dan ketabahan," ujar Puan dalam pidato pembukaan Masa Sidang V, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (12/5/2026).
Lembaga legislatif tersebut menjadikan perbaikan keamanan transportasi sebagai salah satu fokus utama dalam masa persidangan kali ini. Desakan untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap sarana dan prasarana publik disuarakan guna mencegah tragedi serupa terulang kembali di masa depan.
"Evaluasi dan audit terhadap sistem dan infrastruktur transportasi darat guna menjamin keselamatan masyarakat," ujar Puan.
Selain masalah transportasi, DPR berkomitmen memantau berbagai persoalan krusial lainnya yang berdampak langsung pada publik. Isu yang masuk dalam daftar pengawasan meliputi penempatan personel TNI di wilayah konflik, optimalisasi e-KTP, hingga stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan geopolitik global.
"Terjaminnya keseimbangan antara ketersediaan dan harga kebutuhan pokok sehingga terjangkau oleh masyarakat, Percepatan penerapan praktik keberlanjutan pada BUMN guna menjaga kelangsungan usaha dan meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global, Pengembangan kawasan industri untuk menguatkan hilirisasi produk pertanian dan perikanan," ujar Puan.
Politikus PDI Perjuangan tersebut juga menginstruksikan seluruh anggota dewan untuk tetap fokus pada fungsi legislasi dan pengawasan demi kepentingan rakyat. Puan menutup arahan dengan mengingatkan tanggung jawab moral para wakil rakyat terhadap konstituen mereka.
"Mari kita jalankan fungsi kedaulatan rakyat ini dengan penuh amanah dan sebaik-baiknya," ujar Puan.
Berdasarkan rincian kejadian, tabrakan KRL terjadi pada Senin (27/4/2026) malam pukul 20.52 WIB di emplasemen Stasiun Bekasi Timur KM 28+920 yang melibatkan total 106 korban. Sementara itu, bus ALS mengalami kecelakaan hebat dengan truk tangki di Musi Rawas Utara pada Rabu (6/5/2026) siang yang mengakibatkan kebakaran dan menewaskan 16 orang.