Ketua Komisi V DPR Lasarus mendesak pemerintah segera menutup pelintasan sebidang menyusul kecelakaan fatal yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam. Insiden tragis tersebut dilaporkan telah mengakibatkan 14 orang meninggal dunia.
Dorongan penutupan ini muncul sebagai respons atas kerawanan titik pelintasan sebidang yang kerap menjadi lokasi kecelakaan di Indonesia. Dilansir dari Nasional, penanganan medis terhadap para korban masih berlangsung di sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi dan sekitarnya.
"Kita sudah mengingatkan bahwa lintasan sebidang itu sangat-sangat berbahaya dan sudah memicu berkali-kali kecelakaan kereta api di Indonesia," ujar Lasarus, Ketua Komisi V DPR.
Data dari PT Kereta Api Indonesia (Persero) menunjukkan bahwa jumlah pelintasan sebidang masih sangat tinggi. Pada tahun 2025, tercatat ada 3.896 titik pelintasan sebidang yang terdiri dari 2.803 pelintasan terdaftar dan 1.093 perlintasan tidak terdaftar.
| Kategori Pelintasan | Jumlah Titik |
|---|---|
| Terdaftar | 2.803 |
| Tidak Terdaftar | 1.093 |
| Sudah Dijaga | 1.832 |
| Belum Dijaga | 971 |
Meskipun terjadi penurunan jumlah pelintasan menjadi 3.703 titik pada awal 2025, kondisi di lapangan masih mengkhawatirkan. Hingga Desember 2025, tercatat masih terdapat 912 titik pelintasan sebidang yang tidak memiliki penjaga sama sekali.
"Seperti kita ketahui, harusnya kereta api itu jalur lintasannya clear and clean, dan tidak boleh ada obstacle atau hambatan apapun yang memungkinkan untuk terjadi di jalur kereta api," tegas Lasarus.
Kecelakaan di Bekasi Timur diduga berawal dari sebuah taksi hijau yang mogok dan tertabrak KRL. Setelah evakuasi taksi selesai, rangkaian KRL yang sedang berhenti di stasiun justru ditabrak oleh KA Argo Bromo Anggrek dari arah belakang.
"Ini potensi bisa terjadi kecelakaan kalau tidak ditangani dengan cepat. Jadi kami berharap dari Komisi V DPR RI, ini kalau boleh jangan sampai terulang lagu kejadian tersebut, cukuplah sudah kecelakaan hari ini dan yang telah lalu," ujar Lasarus.
Selain mendesak evaluasi sistem operasional perkeretaapian, politikus PDI-P tersebut juga menyampaikan belasungkawa kepada para keluarga korban. Hingga Selasa (28/4/2026) pagi, tercatat 84 orang mengalami luka-luka dan sedang dirawat di delapan rumah sakit berbeda.
"Semoga keluarga korban diberi kekuatan dan ketabahan. Dan kepada petugas di lapangan untuk memastikan dan memprioritaskan penanganan korban agar mendapatkan penanganan dengan baik dan maksimal," ujar Lasarus.
Sebanyak 14 korban meninggal dunia telah dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi. Sementara itu, petugas di lapangan masih berupaya memindahkan puing-puing gerbong yang hancur di lokasi kejadian Stasiun Bekasi Timur.