DPR Awasi Penyelenggaraan Haji Ramah Lansia dan Perempuan

DPR Awasi Penyelenggaraan Haji Ramah Lansia dan Perempuan
Foto: Ilustrasi DPR Awasi Penyelenggaraan Haji Ramah Lansia dan Perempuan.

Tim Pengawas Haji DPR mengawal ketat komitmen Kementerian Haji dan Umrah dalam menyelenggarakan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 yang ramah bagi jemaah lanjut usia dan perempuan. Pemantauan kesiapan fasilitas tersebut dilakukan secara langsung melalui keberangkatan Timwas Haji DPR Tahap I di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta, pada Minggu (17/5/2026).

"Kami sangat menekankan prinsip ramah lansia ini. Mengingat jumlah jemaah lansia kita cukup besar, petugas harus benar-benar sigap," ujar anggota Timwas Haji DPR, Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz.

Kepadatan jumlah jemaah menjadi alasan utama pengetatan pengawasan lapangan. Dilansir dari Detikcom, kuota jemaah haji Indonesia pada tahun ini mencapai 221 ribu orang, dengan 25 persen di antaranya merupakan jemaah lansia dan lebih dari 100 ribu jemaah masuk kategori risiko tinggi.

"Kami akan mengawasi apakah fasilitas pendukung seperti kursi roda, jalur khusus, hingga prioritas layanan benar-benar dirasakan oleh mereka. Jangan sampai ada jemaah kita yang terlantar karena kurangnya pendampingan," ujar Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz yang juga merupakan anggota Komisi IX DPR tersebut.

Pengecekan di Arab Saudi dilakukan guna memastikan seluruh pelayanan akomodasi serta transportasi yang dibayar jemaah menggunakan dana haji dapat terealisasi dengan baik tanpa adanya kendala teknis.

"Ada beberapa poin penting. Pertama, adalah akomodasi dan transportasi. Kami ingin memastikan hotel-hotel tempat jemaah menginap layak dan jaraknya sesuai dengan komitmen awal. Begitu juga dengan bus-bus yang digunakan untuk mobilisasi jemaah, jangan sampai ada kendala teknis yang menghambat," tandas Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz.

Selain masalah mobilitas, aspek pemenuhan gizi jemaah haji, khususnya bagi kalangan lansia, turut menjadi agenda prioritas peninjauan tim pengawas agar kondisi fisik jemaah tetap terjaga di tengah cuaca ekstrem.

"Nutrisi jemaah sangat penting, terutama bagi jemaah lansia. Kita harus pastikan makanan yang disajikan itu sehat, tepat waktu, dan memiliki cita rasa Nusantara agar selera makan jemaah tetap terjaga di tengah cuaca yang sangat panas," kata Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz.

Sektor kesehatan tidak luput dari pemantauan instansi legislatif ini. Pemeriksaan menyeluruh akan mencakup manajemen ketersediaan obat-obatan, kesiapan tenaga medis, hingga skema penanganan jemaah sakit saat puncak fase mabit di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

"Kami di DPR akan terus memantau setiap progresnya agar evaluasi ke depan bisa semakin menyempurnakan pelayanan haji kita," pungkas Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz.

Artikel terkait

Rekomendasi