Tim dosen dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) bersama Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram baru saja menggelar program pengabdian masyarakat yang inspiratif di Bantul. Fokus utama kegiatan ini adalah melatih warga mengolah limbah minyak goreng atau jelantah menjadi sabun kesehatan yang ramah lingkungan.
Program yang bertajuk "Peningkatan Pengetahuan tentang Kesehatan Holistik dan Kemandirian Masyarakat" ini bertujuan memberdayakan keluarga melalui pemanfaatan bahan alami. Edukasi ini diharapkan mampu mengubah limbah rumah tangga menjadi produk bernilai guna sekaligus menjaga kelestarian lingkungan sekitar.
Pelatihan Kreatif di Desa Bangunjiwo
Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 7 Februari 2026, bertempat di kediaman Ketua PKK Wonotawang RT 8, Pedukuhan Ngentak, Bangunjiwo, Kasihan. Puluhan ibu-ibu anggota PKK hadir dengan penuh semangat untuk mengikuti rangkaian pelatihan dari para pakar lintas disiplin ilmu tersebut.
Acara dibuka dengan sambutan hangat dari perwakilan mitra dan pengurus PKK setempat yang menyambut baik inisiatif para akademisi ini. Kehadiran tim dosen dan mahasiswa menjadi angin segar bagi warga dalam upaya meningkatkan kemandirian ekonomi dari skala rumah tangga.
Rangkaian edukasi yang diberikan oleh tim ahli meliputi beberapa poin berikut:
- Penerapan PHBS: Ns. Syahruramdhani dari Dosen Keperawatan UMY menjelaskan pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat sebagai fondasi kesehatan keluarga.
- Edukasi Herbal: Apt. Annisa Krisridwany, Dosen Farmasi UMY, memaparkan jenis bahan herbal yang aman dan berkhasiat untuk mendukung kesehatan sehari-hari.
- Praktik Pembuatan Sabun: Baiq Amelia Riyandari dari UIN Mataram memandu langsung proses teknis mengubah minyak jelantah menjadi sabun berkualitas.
Materi yang disampaikan disusun agar mudah dipahami oleh masyarakat umum, mulai dari teori dasar hingga tahap praktik langsung. Keterlibatan aktif mahasiswa dalam menyiapkan alat dan bahan juga memperlancar jalannya proses produksi sabun di lokasi.
Dukungan Berkelanjutan untuk Komunitas
Tidak hanya memberikan ilmu, tim pengabdian juga memberikan dukungan nyata berupa hibah peralatan kepada Komunitas Peduli Lingkungan Ayu Jiwa. Penyerahan bantuan ini dimaksudkan agar program pengolahan limbah tetap berjalan secara konsisten dan mandiri di masa depan.
Melalui aksi nyata ini, para dosen tidak hanya menjalankan kewajiban Tri Dharma Perguruan Tinggi, tetapi juga menyentuh aspek ekonomi dan lingkungan. Minyak jelantah yang semula dibuang kini memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk rumah tangga yang bermanfaat.
Berikut adalah ringkasan profil kegiatan dan pihak yang terlibat dalam program pengabdian ini:
| Aspek Kegiatan | Keterangan |
|---|---|
| Lokasi Kegiatan | Wonotawang, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul |
| Penyelenggara | Tim Dosen UMY dan UIN Mataram |
| Target Peserta | Ibu-ibu PKK Wonotawang RT 8 |
| Produk Utama | Sabun berbahan dasar minyak jelantah |
| Penerima Hibah | Komunitas Peduli Lingkungan Ayu Jiwa |
Tabel di atas menunjukkan sinergi antara akademisi dan komunitas lokal dalam menciptakan solusi berbasis lingkungan. Kesuksesan acara ini menjadi bukti bahwa limbah rumah tangga dapat dikelola secara kreatif demi kesejahteraan masyarakat luas.