Umat Islam Amalkan Doa Pembuka Rezeki dalam Aktivitas Harian

Umat Islam Amalkan Doa Pembuka Rezeki dalam Aktivitas Harian
Foto: Ilustrasi Umat Islam Amalkan Doa Pembuka Rezeki dalam Aktivitas Harian.

Umat Islam di berbagai wilayah mengamalkan deretan doa pembuka rezeki sebagai bentuk ikhtiar batin untuk memohon kemudahan urusan kehidupan pada Rabu, 15 April 2026. Amalan ini dilakukan beriringan dengan usaha lahiriah dalam mencari nafkah sehari-hari.

Pelaksanaan doa-doa tersebut disarankan dilakukan sebelum memulai pekerjaan, saat beraktivitas, maupun setelah tuntas bekerja. Pengamalan doa ini juga ditekankan harus dibarengi dengan penjagaan salat fardhu dan memperbanyak zikir kepada Allah SWT.

Salah satu riwayat dari Ibnu Umar RA menyebutkan bahwa Rasulullah SAW mengajarkan doa tertentu saat seseorang berangkat bekerja. Doa tersebut mengandung permohonan agar hati rela menerima ketentuan Tuhan dan mendapatkan berkah pada setiap takdir.

"Dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu." tulis penggalan QS. At-Talaq ayat 3 sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Ayat di atas sering dibaca sebagai doa usai melaksanakan salat fardhu oleh para penganut agama Islam. Selain ayat Al-Qur'an, terdapat pula doa yang memohon peluasan rezeki dari segala penjuru tanpa bergantung pada pemberian makhluk.

"Wahai Allah limpahkanlah rahmat atas junjungan kita Nabi Muhammad Saw; sebanyak aneka rupa rizqi. Wahai Dzat Yang Maha Meluaskan rizqi kepada orang yang dikehendaki-Nya tanpa hisab. Luaskan dan banyakanlah rizqiku dari segenap setiap penjuru dan perbendaharaan rizqi-Mu tanpa pemberian dari makhluk, berkat kemurahan-Mu jua. Dan limpahkanlah pula rahmat dan salam atas keluarga dan para sahabat beliau." tulis redaksi doa versi ketiga.

Doa lain juga mencakup permohonan kemuliaan dan kekayaan abadi melalui kekuasaan Allah SWT. Doa versi keempat ini menekankan permintaan kemudahan dalam urusan dunia maupun urusan agama.

"Ya Allah, Dzat Yang Maha kaya dan memberikan kekayaan, berilah kekayaan yang abadi kepadaku. Wahai Dzat Yang Maha mulia dan yang memberikan kemuliaan, berilah kemuliaan kepadaku dengan kemuliaan kekuasaan-Mu. Wahai Dzat yang mempermudah semua urusan, berilah kemudahan kepadaku di dalam semua urusan dunia dan agama, wahai Dzat yang paling diharapkan, ya Allah." bunyi teks doa tersebut.

Terdapat pula amalan doa yang dikhususkan untuk dibaca pada waktu pagi dan sore hari. Doa ini berisi pengakuan hamba bahwa seluruh fase kehidupan dan kematian berada dalam kekuasaan Tuhan.

"Ya Allah, dengan-Mu aku berpagi hari, dengan-Mu aku bersore hari, dengan-Mu kami hidup, dengan-Mu kami mati. Hanya kepada-Mu (kami) kembali," tulis kutipan hadis riwayat Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah.

Dalam buku karya Ahmad Jarifin, terdapat doa spesifik untuk memohon kekayaan yang halal. Doa ini dipanjatkan agar seseorang dijauhkan dari rezeki haram dan tindakan maksiat melalui ketaatan kepada Sang Pencipta.

"Ya Allah... Duhai Zat Yang Mahakaya, Zat Yang Maha Terpuji, Zat Yang Maha Memulai, Zat Yang Maha Mengembalikan, Zat Yang Maha Belas Kasih, berilah kekayaan kepadaku dengan rezeki yang halal, jauhkan dari rezeki yang haram, dan dengan ketaatan kepada-Mu, jauhkan dari tindak maksiat kepada-Mu dan dengan karunia-Mu jauhkanlah siapa saja yang selain Engkau." tulis Ahmad Jarifin dalam bukunya.

Selain itu, terdapat rangkaian doa pendek yang bersumber dari tradisi Nabi Muhammad SAW dan keluarganya. Doa-doa ini meliputi kalimat tasbih, tawakal, hingga permohonan perlindungan dari lilitan utang.

"Tiada daya dan kekuatan kecuali dari Allah Yang Mahatinggi dan Mahaagung." bunyi kalimat pertama dari rangkaian tersebut.

Kalimat berikutnya menekankan pada sikap pasrah total kepada Tuhan yang tidak pernah mati. Hal ini menjadi fondasi spiritual bagi umat dalam menghadapi kesulitan ekonomi.

"Aku bertawakal kepada Zat Yang Mahahidup dan tidak mati." tulis kutipan selanjutnya.

Rangkaian ini berlanjut dengan ungkapan pujian atas keagungan Allah yang tidak memiliki sekutu maupun pembantu yang hina. Setiap kalimat dimaksudkan untuk mengagungkan Tuhan secara mendalam.

"Segala puji bagi Allah yang tidak mempunyai anak." bunyi teks berikutnya.

Pujian ini menegaskan kemandirian Tuhan dalam kerajaan-Nya. Umat diajak untuk senantiasa mengagungkan-Nya dalam setiap situasi.

"Dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya." bunyi teks tersebut.

Bagian akhir dari rangkaian doa ini mencakup permohonan perlindungan dari kondisi fakir dan penyakit. Selain itu, terdapat permintaan bantuan agar mampu menunaikan tanggung jawab kepada sesama manusia.

"Dia tidak memiliki pembantu yang hina." lanjut kutipan tersebut.

Penekanan pada kebesaran Tuhan diulangi kembali dalam bait singkat berikutnya. Hal ini dilakukan untuk memperkuat keyakinan batin pembaca doa.

"Dan agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebesar-besarnya" tulis teks tersebut.

Umat Islam juga memohon perlindungan dari rasa sengsara yang ekstrem dalam kehidupan ekonomi. Doa ini menjadi benteng spiritual dari kemiskinan.

"Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kesengsaraan dan kefakiran." bunyi permohonan tersebut.

Masalah beban finansial seperti utang juga menjadi poin utama yang diadukan kepada Tuhan. Selain harta, kesehatan fisik juga menjadi bagian dari permohonan tersebut.

"Serta dari menumpuknya utang dan dari segala penyakit." lanjut teks tersebut.

Seluruh amalan ini ditutup dengan kesadaran akan hak-hak yang harus ditunaikan. Doa ini memohon kemampuan untuk tetap menjalankan kewajiban moral kepada Allah dan manusia.

"Dan aku memohon kepada-Mu agar aku dapat melaksanakan tanggung jawabku kepada-Mu dan kepada manusia." tutup rangkaian doa tersebut.

Artikel terkait

Rekomendasi