Umat Islam dianjurkan melantunkan doa pembuka sebelum memulai berbagai kegiatan resmi seperti rapat, seminar, hingga pengajian guna memohon keberkahan dari Allah SWT pada Jumat, 17 April 2026. Praktik ini didasarkan pada perintah agama agar setiap urusan diawali dengan permohonan petunjuk dan rahmat.
Umat Muslim ditekankan untuk selalu melibatkan Allah dalam setiap langkah hidupnya melalui doa. Pentingnya komunikasi spiritual ini ditegaskan dalam kutipan ayat Al-Qur'an yang dilansir dari Detikcom melalui rujukan kitab suci.
"Tuhanmu berfirman, "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina." firman Allah SWT.
Dalam buku berjudul Doa-doa dalam Acara Resmi, Keagamaan dan Kemasyarakatan karya M Ali Chasan Umar, terdapat beberapa variasi bacaan yang dapat disesuaikan dengan konteks acara. Salah satunya adalah ungkapan syukur atas petunjuk ilahi yang telah diberikan.
"Segala puji bagi Allah yang telah menunjuki kami kepada (surga) ini dan kami sekali-kali tidak akan mendapat petunjuk kalau Allah tidak memberi kami petunjuk." kutip M Ali Chasan Umar.
Variasi doa lainnya mencakup permohonan perlindungan dari kejahatan diri serta pengakuan atas risalah Nabi Muhammad SAW. Doa ini umum dibacakan dalam mukadimah pidato atau ceramah keagamaan.
"Segala puji bagi Allah yang hanya kepada-Nya kami memuji, memohon pertolongan, dan mohon ampunan. Kami berlindung kepada-Nya dari kekejian diri dan kejahatan amalan kami. Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada yang dapat menyesatkan, dan barang siapa yang tersesat dari jalan-Nya maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk. Dan aku bersaksi bahwa tiada sembahan yang berhak disembah melainkan Allah saja, yang tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba-Nya dan Rasul-Nya." tulis M Ali Chasan Umar.
Penambahan permohonan agar diberikan kemudahan dalam memahami ilmu pengetahuan juga menjadi bagian penting dalam doa pembuka. Hal ini sering digunakan pada acara-acara yang bersifat edukatif.
"Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam. Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan kesejahteraan atas junjungan kami Nabi Muhammad. Ya Allah, keluarkanlah kami dari kegelapan perasaan, limpahkanlah kepada kami kemuliaan dengan cahaya kecerdasan, bukakanlah kami untuk memahami ilmu pengetahuan, dan mudahkanlah kami menggapai pintu-pintu karunia-Mu wahai sebaik-baik Penyayang dari para penyayang. Ya Allah, tambahkanlah kepada kami ilmu yang bermanfaat, amal yang diterima dan rezeki yang halal, baik dan berkah dengan karunia-Mu, kemuliaan-Mu dan kasih sayang-Mu wahai Penyayang dari para penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam." lanjut M Ali Chasan Umar.
Selain teks karangan ulama, ayat-ayat dalam Al-Qur'an juga sering dijadikan sebagai pembuka majelis. Salah satu ayat yang umum digunakan adalah Surah Al-A'raf ayat 43 yang menyinggung tentang karunia surga dan petunjuk Allah.
"Kami mencabut rasa dendam dari dalam dada mereka, (di surga) mengalir di bawah mereka sungai-sungai. Mereka berkata, 'Segala puji bagi Allah yang telah menunjukkan kami ke (surga) ini. Kami tidak akan mendapat petunjuk sekiranya Allah tidak menunjukkan kami. Sungguh, rasul-rasul Tuhan kami telah datang membawa kebenaran.' Diserukan kepada mereka, 'Itulah surga yang telah diwariskan kepadamu karena apa yang selalu kamu kerjakan.'" kutip QS Al-A'raf: 43.
Permohonan kelapangan dada dan kemudahan urusan menjadi penutup dalam rangkaian pilihan doa pembuka tersebut. Doa ini ditujukan agar pembicara atau penyelenggara diberikan ketenangan dalam menjalankan tugasnya.
"Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini). Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku." tulis M Ali Chasan Umar.
Selain teks doa, Imam Al Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin memberikan panduan mengenai adab berdoa yang benar. Beberapa poin penting meliputi menghadap kiblat, bersuara lirih, khusyuk, serta yakin bahwa permohonan akan dikabulkan.