DLH DKI Jakarta Percepat Penanganan Sampah Pascalongsor Bantargebang

DLH DKI Jakarta Percepat Penanganan Sampah Pascalongsor Bantargebang
Foto: Ilustrasi DLH DKI Jakarta Percepat Penanganan Sampah Pascalongsor Bantargebang.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta melakukan percepatan pengelolaan sampah di wilayah Ibu Kota pada Senin (6/4/2026) guna mengatasi dampak longsor di TPST Bantargebang. Langkah ini diambil untuk mencegah penumpukan sampah di lingkungan masyarakat setelah masa libur Lebaran berakhir.

Kondisi operasional yang sempat terhambat akibat bencana longsor tersebut memicu penyesuaian jalur distribusi sampah. Sebagaimana dilansir dari Megapolitan, otoritas terkait kini memprioritaskan pemulihan layanan publik agar waktu tunggu pengangkutan tetap efisien bagi warga Jakarta.

"Ini adalah bentuk tanggung jawab kami dalam memberikan pelayanan publik yang optimal. Kami tidak akan menutup-nutupi kondisi ini dan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi," kata Asep, Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan untuk tidak membatasi volume kiriman sampah ke fasilitas pembuangan akhir. Sebagai solusi teknis, skema pengangkutan kini dibagi menjadi tiga sif kerja setiap harinya guna menjamin kelancaran arus kendaraan di lokasi.

"Kami mengoptimalkan proses distribusi melalui pengaturan sistem kerja dan sif pengangkutan truk sampah yang lebih terukur. Dengan pola tersebut, waktu tunggu truk sampah tetap terkendali, yakni tidak melebihi tiga jam. Upaya ini juga kami lakukan untuk melindungi keselamatan dan kesehatan para pengemudi," jelas Asep.

Selain percepatan di jalur utama, penanganan intensif juga dilakukan pada titik-titik rawan tumpukan seperti TPS Kali Anyar. Sementara itu, pihak dinas telah menutup secara permanen TPS Rawadas dan TPS Kencana melalui koordinasi dengan instansi kewilayahan setempat.

"Sisa sampah pascaarus balik Lebaran juga diupayakan segera tertangani dan didistribusikan ke fasilitas pengolahan, termasuk Refuse Derived Fuel (RDF) Plant Bantargebang dan Rorotan," ucap Asep.

Catatan resmi menunjukkan TPST Bantargebang mengalami longsor pada Minggu (8/3/2026) akibat tumpukan yang melebihi kapasitas dan curah hujan tinggi. Saat ini, area longsor di Zona 4A telah dirapikan namun aksesnya tetap ditutup bagi aktivitas pembuangan baru.

Fasilitas Bantargebang saat ini beroperasi dengan pembatasan maksimal 900 rit truk per hari untuk menjaga stabilitas lahan. Sebagai langkah mitigasi jangka panjang, DLH memfungsikan RDF Plant Rorotan untuk menyerap beban limbah padat dari Jakarta.

"Kami fokus untuk double check terkait kesiapan RDF Plant Rorotan untuk mengolah sampah. Selain itu, kami juga memantau pengendalian dan penguatan sistem kontrol untuk memastikan kualitas output RDF tetap terjaga," kata Asep.

Aspek lingkungan juga menjadi perhatian melalui penerapan sistem deodorizer guna menekan penyebaran aroma tidak sedap. Manajemen emisi gas buang pada fasilitas pengolahan sampah turut diperketat melalui koordinasi dengan tim pemantau khusus.

"Di luar itu, kami juga menjaga koordinasi dengan Tim Kerja Pemantau Kegiatan Pengelolaan RDF Plant Rorotan. Saya berharap tim tersebut terus memberikan masukan agar pengelolaan fasilitas ini semakin baik," ujar Asep.

Integritas sistem pengelolaan dari hulu ke hilir diperkuat melalui kolaborasi lintas unit kerja di lingkungan Pemerintah Provinsi. Fokus utama diarahkan pada efektivitas operasional di RDF Plant Rorotan dan fasilitas di Bantargebang.

"Dengan berbagai langkah dan perbaikan ini, kami berharap sistem pengelolaan sampah di Jakarta menjadi lebih aman, berkelanjutan, serta mampu meminimalkan risiko kejadian serupa di masa mendatang," pungkas Asep.

Artikel terkait

Rekomendasi