Dewan Kesejahteraan Masjid Tolong Penjualan Hewan Kurban di Depok

Dewan Kesejahteraan Masjid Tolong Penjualan Hewan Kurban di Depok
Foto: Ilustrasi Dewan Kesejahteraan Masjid Tolong Penjualan Hewan Kurban di Depok.

Dewan Kesejahteraan Masjid (DKM) menjadi penopang utama penjualan sapi dan kambing kurban di Kota Depok, Jawa Barat menjelang Hari Raya Iduladha 2026 yang jatuh pada bulan Mei. Antusiasme masyarakat dalam memesan hewan kurban terpantau tetap tinggi serta mengalami peningkatan dari tahun lalu meskipun nilai tukar rupiah sedang melemah.

Permintaan hewan kurban yang stabil ini didominasi oleh pengurus masjid yang menggalang dana iuran dari warga secara kolektif. Dilansir dari Suara, skema kurban bersama di lingkungan masjid tersebut membuat daya beli masyarakat terhadap hewan ternak relatif terjaga di tengah gejolak ekonomi jangka pendek.

Pedagang hewan kurban di Depok, Pepeng (30), menjelaskan bahwa aktivitas perdagangan di lapaknya masih berjalan lancar hingga pertengahan Mei 2026.

"Alhamdulillah penjualan masih lancar. Bahkan dibanding tahun 2025 sekarang cenderung lebih ramai," kata Pepeng.

Faktor spiritual dinilai menjadi pendorong utama masyarakat untuk tetap memprioritaskan ibadah tahunan ini meskipun harga berbagai kebutuhan pokok di pasar mengalami kenaikan.

"Kalau urusan kurban itu beda. Ini kaitannya sama akhirat. Jadi orang tetap usahain walaupun kondisi ekonomi lagi susah," ujarnya.

Pengurus DKM biasanya menghimpun dana umat jauh sebelum hari raya agar persiapan matang. Untuk jenis hewan, masyarakat lebih banyak memilih sapi melalui sistem patungan kelompok, sementara kambing dibeli oleh perorangan.

"Kebanyakan yang beli memang DKM. Mereka ngumpulin dana umat, terus belinya sapi atau kambing buat kurban bersama," katanya.

Sejumlah pembeli bahkan sudah memesan hewan kurban sejak April untuk menghindari lonjakan permintaan. Pepeng memprediksi tingkat pemesanan akan terus bertambah mendekati waktu pemotongan.

"Sudah ada yang booking dari bulan lalu. Biasanya makin dekat Iduladha makin ramai lagi," ucap Pepeng.

Tren positif ini diyakini akan bertahan sampai hari perayaan Iduladha nanti karena masyarakat sudah mengagendakan ibadah tersebut secara rutin.

"Kalau buat ibadah, orang biasanya tetap prioritaskan. Apalagi kurban setahun sekali," pungkas Pepeng.

Artikel terkait

Rekomendasi