Tiga Direksi Bayan Resources Jual Saham Jelang RUPST

Tiga Direksi Bayan Resources Jual Saham Jelang RUPST
Foto: Ilustrasi Tiga Direksi Bayan Resources Jual Saham Jelang RUPST.

Tiga anggota direksi PT Bayan Resources Tbk (BYAN) melakukan aksi jual kepemilikan saham mereka sepanjang Mei 2026 menjelang pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Aksi divestasi terbaru dilakukan oleh Direktur Alastair Gordon Christopher Mcleod pada Rabu (13/5/2026) dengan nilai transaksi mencapai Rp36 miliar.

Berdasarkan laporan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia pada Jumat (15/5/2026), Alastair melepas 3 juta lembar saham dengan harga Rp12.000 per saham. Dilansir dari Investasi, kepemilikan saham Alastair di BYAN kini menyusut menjadi 4 juta saham atau setara 0,012% dari posisi sebelumnya sebesar 7 juta saham.

Langkah serupa juga diambil oleh Neil Russell John yang menjual 3 juta lembar saham BYAN pada Selasa (12/5/2026). Transaksi tersebut dilakukan pada tingkat harga Rp12.000 per saham, sehingga kini sisa kepemilikan saham Neil tercatat sebesar 2,93 juta lembar atau sekitar 0,009%.

Sementara itu, Oliver Khaw Kar Heng menjadi direksi pertama yang memulai aksi jual pada awal Mei 2026. Oliver secara bertahap melepas seluruh kepemilikannya sebanyak 134.700 saham pada periode 7 hingga 8 Mei 2026 melalui dua kali transaksi.

Pada transaksi pertama, Oliver menjual 25.000 saham dengan harga Rp11.112 per saham senilai Rp277,8 juta. Selanjutnya, ia melepas 141.900 saham dengan harga Rp11.151 per saham senilai Rp1,58 miliar, yang menyebabkan kepemilikan sahamnya kini menjadi nol persen.

Data pasar menunjukkan saham BYAN ditutup melemah 1,75% ke level Rp11.200 pada perdagangan Rabu (13/5/2026). Secara akumulatif, nilai saham emiten pertambangan ini telah mengalami penurunan sebesar 9,31% dalam kurun waktu satu bulan terakhir.

Manajemen menjadwalkan pelaksanaan RUPST Bayan Resources pada 10 Juni 2026 mendatang. Investor yang berhak mengikuti rapat tersebut adalah mereka yang terdaftar secara resmi sebagai pemegang saham hingga penutupan tanggal 18 Mei 2026.

Artikel terkait

Rekomendasi