Dinas Kesehatan Kota Bekasi Kekurangan Tenaga Kesehatan di Puskesmas

Dinas Kesehatan Kota Bekasi Kekurangan Tenaga Kesehatan di Puskesmas
Foto: Ilustrasi Dinas Kesehatan Kota Bekasi Kekurangan Tenaga Kesehatan di Puskesmas.

Sejumlah pusat kesehatan masyarakat di Kota Bekasi mengalami kelangkaan tenaga kesehatan seiring bertambahnya jumlah fasilitas layanan kesehatan di wilayah tersebut. Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Satia Sriwijayanti Anggraini, mengonfirmasi fenomena tersebut pada Senin (27/4/2026) di Plaza Pemkot Bekasi sebagaimana dilansir dari Megapolitan.

Kekosongan posisi ini kian signifikan lantaran adanya pegawai yang memasuki masa purna tugas setiap tahunnya. Lonjakan kebutuhan tenaga medis dan paramedis tidak sebanding dengan ketersediaan personel yang ada saat ini di bawah naungan pemerintah kota.

Hambatan regulasi mengenai rekrutmen pegawai baru menjadi salah satu faktor utama yang menghambat pemenuhan standar layanan di fasilitas kesehatan tingkat pertama tersebut.

"Memang saat ini kami menghadapi tantangan. Di satu sisi, jumlah puskesmas terus bertambah, namun di sisi lain ada kebijakan moratorium penambahan pegawai," ujar Satia Sriwijayanti Anggraini, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi.

Berdasarkan standar kompetensi, satu puskesmas idealnya didukung oleh sekitar 40 tenaga kesehatan. Namun, realitas pada puskesmas-puskesmas baru menunjukkan angka ketersediaan tenaga hanya menyentuh rata-rata 20 orang saja.

Data Dinas Kesehatan mencatat total personel medis dan paramedis yang bertugas saat ini berjumlah sekitar 2.000 orang. Jumlah tersebut dinilai masih jauh dari angka ideal yang dibutuhkan untuk melayani seluruh populasi di Kota Bekasi.

"Untuk mengatasi kekurangan tersebut, kami melakukan penyesuaian dengan memindahkan tenaga dari puskesmas lain. Namun, hal ini tentu belum ideal," kata Satia Sriwijayanti Anggraini, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi.

Masalah anggaran daerah juga membatasi langkah penambahan nakes, terutama terkait porsi belanja pegawai dalam struktur finansial. Kendati demikian, otoritas kesehatan setempat terus mendorong adanya kebijakan khusus untuk memperkuat sektor pelayanan dasar.

"Mudah-mudahan ke depan tenaga kesehatan dan tenaga pendidikan bisa menjadi prioritas," ujar Satia Sriwijayanti Anggraini, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi.

Artikel terkait

Rekomendasi