PPIH Arab Saudi Terapkan Digitalisasi Layanan Konsumsi Jamaah Haji

PPIH Arab Saudi Terapkan Digitalisasi Layanan Konsumsi Jamaah Haji
Foto: Ilustrasi PPIH Arab Saudi Terapkan Digitalisasi Layanan Konsumsi Jamaah Haji.

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengintegrasikan sistem digitalisasi terpadu untuk mengelola distribusi konsumsi jamaah haji Indonesia di Makkah pada Selasa (12/5/2026). Langkah ini bertujuan mempercepat koordinasi, memastikan akurasi jumlah porsi, serta menjaga standar gizi selama masa operasional di Tanah Suci.

Transformasi sistem ini mencakup pemantauan ketat terhadap logistik makanan untuk ratusan ribu jamaah. Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 1.193.534 boks makanan telah disalurkan kepada jamaah Indonesia di Makkah hingga 10 Mei 2026 sebagaimana dilansir dari Cahaya.

Kepala Bidang Konsumsi PPIH Arab Saudi, Indri Hapsari, memberikan penegasan bahwa penggunaan teknologi menjadi kunci utama dalam efisiensi operasional tahun ini. Pengawasan langsung dilakukan mulai dari proses produksi di dapur katering hingga sampai ke tangan jamaah.

"Sistem digitalisasi ini mencakup pencatatan distribusi, pemantauan jumlah porsi, hingga verifikasi layanan. Terobosan ini sangat membantu percepatan koordinasi dan penanganan langsung di lapangan," ujar Indri, Kepala Bidang Konsumsi PPIH Arab Saudi.

Penerapan teknologi ini memungkinkan petugas melakukan pemantauan secara langsung (real-time). Indri menilai perubahan ini sebagai tonggak penting dalam menjamin kualitas pelayanan bagi jamaah calon haji selama berada di Arab Saudi.

Layanan konsumsi di Makkah saat ini didukung oleh 51 perusahaan katering yang melayani 527 kelompok terbang di 177 hotel. Selain digitalisasi, pemerintah juga menambah variasi menu dengan asupan gizi tambahan berupa susu, buah-buahan, dan air mineral guna mendukung hidrasi jamaah.

Terkait skema pelayanan pada fase krusial, Indri merinci prosedur penyediaan makanan saat puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Jamaah dijadwalkan menerima air minum selamat datang serta paket konsumsi lengkap sebelum berpindah lokasi ibadah.

"Sistem digitalisasi ini mencakup pencatatan distribusi, pemantauan jumlah porsi, hingga verifikasi layanan. Terobosan ini sangat membantu percepatan koordinasi dan penanganan langsung di lapangan," ujar Indri Hapsari.

Seluruh penyediaan makanan selama fase di Mina yang berlangsung pada 10 hingga 13 Dzulhijjah akan dipasok melalui syarikah. PPIH Arab Saudi memastikan pengawasan tetap dilakukan secara ketat agar jamaah mendapatkan maksimal 10 kali makan tepat waktu selama periode tersebut.

Artikel terkait

Rekomendasi