Kementerian UMKM Dorong Digitalisasi Finansial Pelaku Usaha Surabaya

Kementerian UMKM Dorong Digitalisasi Finansial Pelaku Usaha Surabaya
Foto: Ilustrasi Kementerian UMKM Dorong Digitalisasi Finansial Pelaku Usaha Surabaya.

Ratusan pelaku usaha di Surabaya mengikuti kegiatan UMKM Digital Finance Tour pada Rabu, 13 Mei 2026, di BG Junction untuk memperkuat kapasitas bisnis melalui literasi keuangan digital. Program hasil kolaborasi SeaBank, Kementerian UMKM, serta Kementerian Komunikasi dan Digital ini bertujuan meningkatkan daya saing usaha lokal di pasar digital.

Sebagaimana dilansir dari Investor Daily, para peserta diperkenalkan pada platform UMKM Pintar yang menyediakan fitur Kalkulator Pintar untuk menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP) dan arus kas secara praktis. Platform ini dirancang oleh SeaBank bersama WomenÔÇÖs World Banking dan PLUS guna memperkuat ketahanan finansial pelaku usaha kecil.

Sumirah, pemilik brand Dapoermira, menyatakan bahwa materi pelatihan memberikan wawasan baru mengenai pentingnya pencatatan keuangan yang rapi bagi keberlangsungan bisnisnya. Ia merasa terbantu karena selama ini pengelolaan kas miliknya masih dilakukan secara manual dan sangat sederhana.

"Saya belajar tentang cara mendapatkan pendanaan dan membuat buku kas usaha yang lebih baik. Selama ini pencatatan keuangan usaha saya masih sangat sederhana, jadi pelatihan ini sangat membantu untuk mengembangkan usaha saya," ujar Sumirah, pemilik brand Dapoermira.

Pelatihan ini juga menyoroti masalah umum pelaku usaha, seperti tercampurnya dana pribadi dengan dana bisnis yang seringkali merusak laporan keuangan. Hal tersebut diamini oleh Panca Ningtia Silowati yang mengelola brand La Panca saat mengikuti sesi digitalisasi operasional.

"Acara seperti ini sangat bermanfaat bagi para UMKM, terutama dalam membantu pencatatan keuangan yang selama ini masih dilakukan secara manual. Selama ini sebagai pebisnis seringkali catatan keuangan bisnis dan pribadi tercampur, yang membuat laporan keuangan bisnis saya berantakan," ujar Panca, pemilik brand La Panca.

Selain literasi keuangan, peserta mendapatkan pembekalan mengenai Business Model Canvas (BMC) dan strategi pemasaran digital dari pakar branding Ayrton Eduardo Aryaprabawa. Sejumlah mitra seperti ShopeePay dan Kasir Pintar turut memberikan edukasi mengenai penggunaan sistem kasir digital (POS System) untuk pemantauan transaksi real-time.

Kegiatan ini juga menghadirkan booth interaktif dari berbagai perusahaan teknologi seperti CBI, Majoo, Olsera, Qasir, hingga Atourin untuk konsultasi teknis langsung. Kehadiran berbagai platform pendukung tersebut memungkinkan para pelaku UMKM mencoba demo sistem pembayaran guna memodernisasi operasional usaha mereka.

Artikel terkait

Rekomendasi