Ratusan Diaspora Gresik Berkumpul di TMII Bahas Penguatan SDM

Ratusan Diaspora Gresik Berkumpul di TMII Bahas Penguatan SDM
Foto: Ilustrasi Ratusan Diaspora Gresik Berkumpul di TMII Bahas Penguatan SDM.

Sekitar 700 warga dari berbagai latar belakang menghadiri pertemuan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada Minggu (3/5/2026) untuk mempererat silaturahmi sekaligus membahas arah pembangunan daerah. Agenda tahunan yang sempat terhenti sejak 2018 ini menghadirkan tokoh nasional hingga akademisi sebagaimana dilansir dari Detik Finance.

Penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi topik utama dalam diskusi tersebut untuk mendukung kemajuan wilayah. Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid memberikan penegasan bahwa sektor industri saja tidak cukup untuk menopang pertumbuhan daerah tanpa adanya dukungan sektor pendidikan.

"Pendidikan menjadi kunci untuk menciptakan generasi yang unggul dan berdaya saing. Ini bagian dari upaya menuju Gresik Emas," ujarnya Jazilul Fawaid, Wakil Ketua MPR RI.

Tokoh lain yang hadir, Imam Subchi, turut memberikan pandangan mengenai pentingnya aspek identitas dalam pembangunan. Ia menekankan perlunya keselarasan antara menjaga nilai-nilai lama dengan peningkatan mutu intelektual masyarakat.

"Pandangan serupa disampaikan Imam Subchi. Ia menilai pelestarian budaya perlu berjalan seiring dengan penguatan pendidikan sebagai bagian dari pembangunan," kata Imam Subchi.

Forum ini juga menghasilkan kesepakatan mengenai struktur kepemimpinan organisasi warga untuk masa bakti tiga tahun ke depan. Masbukhin Pradhana secara resmi ditunjuk sebagai ketua untuk periode 2025-2028 dengan visi membawa paguyuban berkontribusi nyata pada ekonomi dan budaya.

"Semangatnya nyawiji atau bersatu. Diaspora Gresik punya potensi besar untuk ikut membangun daerah agar lebih maju dan bermartabat," kata Masbukhin Pradhana, Ketua Paguyuban.

Partisipasi dalam forum ini melibatkan anggota legislatif, ulama, serta pelaku usaha yang memberikan masukan strategis bagi pemerintah daerah melalui DPRD. Sinergi lintas sektor dianggap krusial demi memastikan keberlanjutan pembangunan yang berdampak langsung pada kesejahteraan warga di kampung halaman.

Artikel terkait

Rekomendasi