Persoalan anarkisme di kalangan generasi muda saat ini menjadi perhatian serius berbagai pihak. Sebagai bentuk kepedulian terhadap fenomena tersebut, aktivis sosial asal Bandung, Diah Permata Saraswati, menginisiasi sebuah seminar edukatif.
Acara yang bertajuk "Generasi Muda : Obor Perjuangan, bukan Api Kerusuhan" tersebut diselenggarakan bertepatan dengan momentum Hari Kebangkitan Nasional. Pengadaan kegiatan ini dilatarbelakangi oleh peran krusial pemuda sebagai pilar keberlanjutan pembangunan nasional.
Dilansir dari Media Indonesia, forum dialog ini berlangsung di Gedung Indonesia Menggugat pada Kamis (21/5). Dalam pelaksanaannya, pemilik Rumah Saraswati tersebut menghadirkan sejumlah narasumber lintas sektor.
Para pembicara yang hadir meliputi anggota Komisi I DPRD Jawa Barat Rafael Situmorang, Dani Hadianto dari Kesbangpol Jabar, dan Kabid Perlindungan Perempuan dan Anak DP3AKB Jabar Anjar Yusdinar. Selain itu, hadir pula aktivis Yoga Zara dalam diskusi interaktif tersebut.
Diah mengungkapkan kegiatan ini lahir dari keprihatinan atas berbagai kasus kerusuhan yang melibatkan anak muda, baik di Bandung maupun wilayah Jawa Barat.
ÔÇ£Kami ingin mencari tahu akar persoalan yang membuat generasi muda terjebak dalam tindakan anarkistis. Melalui forum edukatif seperti ini, kami berharap anak-anak muda mendapat informasi positif sebagai pembanding dari apa yang mereka temui di luar,ÔÇØ ujarnya.
Menurut Diah, tindakan anarkisme yang melibatkan pelajar dan remaja memerlukan penanganan serius. Melalui Rumah Saraswati, ia berusaha menyediakan wadah diskusi produktif agar generasi muda mampu mengambil peran sebagai agen perubahan yang positif.
ÔÇ£Generasi muda adalah estafet kepemimpinan. Mereka harus diarahkan agar kelak menjadi pemimpin yang mumpuni,ÔÇØ tambahnya.
Sebagai komunitas yang bergerak pada isu perempuan dan anak, Rumah Saraswati menerapkan konsep pendidikan alternatif. Dengan slogan "Bermain dan Belajar, Sekolah Tanpa Kelas", lembaga ini berfokus pada sasaran anak-anak usia sekolah.
ÔÇ£Kami percaya ibu dan anak adalah satu paket yang bisa menjadi efek domino bagi keluarga dan lingkungan sekitar,ÔÇØ jelas Diah.
Pada kesempatan yang sama, anggota Komisi I DPRD Jawa Barat Rafael Situmorang memberikan pandangannya mengenai posisi strategis pemuda. Ia menegaskan kemajuan bangsa di masa depan sangat bergantung pada kualitas kepemimpinan generasi masa kini.
ÔÇ£Kalau anak-anak mudanya kuat, cemerlang, dan mau berjuang, Republik ini akan semakin maju."
Rafael menyamakan esensi pergerakan pemuda saat ini dengan risiko perjuangan para pendiri bangsa terdahulu. Ia mencontohkan bagaimana Sukarno sempat dinilai negatif oleh kolonial Belanda demi memperjuangkan kemerdekaan rakyat.
"Sama halnya dengan anak muda sekarang, perjuangan mereka bisa dipandang berbeda, namun esensinya tetap untuk kemajuan bangsa tanpa mengedepankan perilaku anarkis,ÔÇØ ungkapnya.
Inisiatif ini dirancang sebagai sarana untuk mencegah pemuda masuk ke dalam aksi-aksi destruktif. Melalui kolaborasi antara Rumah Saraswati, DPRD Jawa Barat, Kesbangpol, dan DP3AKB, seminar ini diharapkan mampu membangun kesadaran kolektif demi masa depan bangsa.