Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi melaporkan peningkatan signifikan Tinggi Muka Air (TMA) di titik pertemuan Cileungsi dan Cikeas (P2C) hingga mencapai level siaga 2 pada Senin (4/5/2026) malam. Kondisi ini memicu peringatan dini melalui sirene di pemukiman warga sepanjang bantaran sungai.
Hingga pukul 22.15 WIB, level ketinggian air menyentuh angka 635 sentimeter sebagaimana dilansir dari Megapolitan. Kenaikan debit air tersebut disebabkan oleh akumulasi kiriman air dari wilayah Bogor yang mulai mengalir masuk ke area Kali Bekasi sejak waktu malam hari.
Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik (Kasi Darlog) BPBD Kota Bekasi, Wisnu Subroto, memantau pergerakan air dan mengonfirmasi bahwa status saat ini berada pada tingkatan tertinggi atau top level.
ÔÇ£Saat ini kondisinya top level TMA di P2C Kali Bekasi di angka 635 atau siaga 2, tapi trennya sudah menurun,ÔÇØ ujar Wisnu, Kasi Darlog BPBD Kota Bekasi.
Penjelasan mengenai asal luapan air ini merujuk pada pemantauan visual melalui perangkat CCTV yang menunjukkan adanya pergerakan debit air dari hulu sejak sore hari sebelumnya.
ÔÇ£Jadi ada kiriman air dari Bogor. Pantauan CCTV kami, sore tadi TMA di Cileungsi di angka 275 cm. Air mulai masuk ke Kali Bekasi jam 20.30 sampai 21.45,ÔÇØ kata Wisnu, Kasi Darlog BPBD Kota Bekasi.
Dampak dari kenaikan debit ini menyasar setidaknya tiga titik lokasi di bantaran sungai, yaitu Gang Mawar 6 di Kelurahan Margahayu, Kampung Lengkak di Kelurahan Bekasi Jaya, dan Kampung Lebak di Kelurahan Teluk Pucung. BPBD menginstruksikan warga untuk segera melakukan evakuasi mandiri serta memutus aliran listrik guna mencegah terjadinya korsleting.
ÔÇ£Kami himbau agar masyarakat tetap tenang, tidak panik, dan terus mengikuti arahan petugas di lapangan, serta memantau informasi resmi terkait perkembangan tinggi muka air secara berkala,ÔÇØ kata Wisnu, Kasi Darlog BPBD Kota Bekasi.
Personel dari BPBD Kota Bekasi telah disiagakan di berbagai lokasi terdampak guna mendampingi warga dalam mengamankan barang berharga serta dokumen penting dari ancaman luapan air sungai.