Peneliti sekaligus Guru Besar IPB University, Ronny Rachman Noor, menyoroti kendala utama dalam pengendalian perdagangan satwa liar ilegal di Indonesia yang hingga kini masih terus beroperasi. Masalah ini dipicu oleh minimnya transparansi data mengenai skala transaksi serta identitas aktor yang terlibat dalam rantai pasok tersebut pada Selasa (22/4/2026).
Dilansir dari Lestari, perdagangan gelap ini sulit diukur volumenya karena berlangsung pada titik buta transaksi di pasar-pasar nonformal. Penegakan hukum disebut kerap terhambat akibat dinamika jalur distribusi yang terus berubah serta ketidaklengkapan laporan konservasi resmi.
"Perdagangannya lintas daerah dan negara, jalur distribusinya kerap berubah banyak spesies yang diperdagangkan tidak tercatat dalam laporan resmi yang membuat data konservasi menjadi tidak lengkap,ÔÇØ kata Ronny dalam keterangannya, Selasa (22/4/2026).
Ronny menjelaskan bahwa jaringan ilegal ini memiliki struktur yang sangat kompleks, mulai dari tingkat pemburu di daerah hingga jaringan internasional. Modus operandi mereka kini telah merambah ke platform digital melalui media sosial dan pasar daring untuk menghindari deteksi fisik.
ÔÇ£Kasus perdagangan melalui media sosial menunjukkan lemahnya deteksi digital. Sulit melacak akun anonim dan transaksi online,ÔÇØ ucap Ronny, Guru Besar IPB University.
Pihaknya juga menekankan adanya hambatan dalam sinkronisasi kerja antara lembaga negara, seperti Kementerian terkait, Kepolisian, dan Bea Cukai. Selain koordinasi, pelaku sering mengelabui petugas dengan mencampur satwa liar di antara komoditas legal untuk mempersulit identifikasi.
"Tantangan lainnya, satwa liar yang diperdagangkan sering dicampur dengan komoditas legal, sehingga pengenalan dan identifikasinya menjadi lebih sulit,ÔÇØ jelas Ronny, Guru Besar IPB University.
Sebagai solusi, ia mendorong pemerintah untuk memperkuat sistem intelijen konservasi dengan mengadopsi teknologi kecerdasan buatan (AI) dan big data. Penggunaan eDNA untuk deteksi dini serta kerja sama internasional lewat CITES juga dinilai krusial guna mempersempit ruang gerak penyelundup.
ÔÇ£Pemutusan rantai perdagangan satwa liar tidaklah mudah. Namun, langkah minimal yang dapat diambil adalah pengawasan ketat terhadap jalur dan pasar perdagangan ilegal, serta edukasi kepada masyarakat tentang bahaya zoonosis dari satwa liar,ÔÇØ beber Ronny, Guru Besar IPB University.
Upaya ini diharapkan dapat memberikan alternatif ekonomi bagi masyarakat lokal agar tidak terjebak dalam aktivitas perburuan satwa yang merusak ekosistem nasional.