5 Dampak Buruk Gunakan BBM Tak Sesuai Spesifikasi pada Mobil

5 Dampak Buruk Gunakan BBM Tak Sesuai Spesifikasi pada Mobil
Foto: Ilustrasi 5 Dampak Buruk Gunakan BBM Tak Sesuai Spesifikasi pada Mobil.

Memilih bahan bakar minyak (BBM) yang tidak selaras dengan spesifikasi kendaraan dapat memicu penurunan performa sekaligus kerusakan serius pada komponen mesin. Dampak negatif ini biasanya muncul secara bertahap, mulai dari gangguan pada sistem pembakaran hingga kerusakan permanen pada bagian internal.

Dilansir dari Otomotif, terdapat sejumlah risiko teknis yang menghantui pemilik kendaraan jika terus memaksakan penggunaan bahan bakar berkualitas rendah atau tidak sesuai standar pabrikan. Salah satu gejala awal yang paling sering muncul adalah fenomena knocking atau mesin ngelitik.

Dosen Prodi Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada, Jayan Sentanuhady, menjelaskan bahwa knocking terjadi apabila angka oktan bensin tidak sanggup melayani kebutuhan kompresi mesin. Kondisi ini sangat rentan terjadi pada mobil modern yang memiliki rasio kompresi tinggi.

"Misal, mesin kompresi tinggi dikasih bensin oktan rendah akan membuat mesin knocking," kata Jayan.

Selain masalah oktan, kebersihan bahan bakar juga menjadi faktor krusial bagi kesehatan mesin. Bensin yang mengandung kotoran, debu, hingga kadar air tinggi berisiko menyumbat komponen injektor, sehingga kendaraan menjadi sulit untuk dihidupkan.

Jayan juga memberikan peringatan mengenai penggunaan bensin stok lama yang sudah tidak stabil. Menurutnya, residu dari bahan bakar yang mengendap terlalu lama dapat merusak sistem pembakaran di berbagai jenis SPBU.

"Kerusakan tergantung penyebabnya. Kalau bensin kotor, paling membuat macet injektor dan mesin tidak bisa nyala. Kalau nilai oktan lebih rendah dari seharusnya, mesin bisa berisik dan lama-lama rusak berat," ujar Jayan.

Kerusakan pada Busi dan Sensor Oksigen

Dampak penggunaan BBM yang tidak tepat juga merambah ke komponen kelistrikan seperti busi. Iwan, selaku pemilik bengkel Iwan Motor Solo, mengungkapkan bahwa sisa pembakaran yang tidak sempurna akan meninggalkan residu pekat yang memperpendek usia pakai busi.

ÔÇ£Seperti busi, karena sisa pembakaran yang pekat, penghasil bunga api ini bisa lebih cepat rusak, sehingga durasi penggantian bisa lebih sering, salah satu penyebabnya pemakaian BBM tak sesuai,ÔÇØ tutur Iwan.

Masalah tidak berhenti di situ, karena penumpukan kotoran hasil pembakaran kotor juga dapat mengganggu kinerja sensor oksigen. Sensor yang tertutup kerak tidak akan mampu mengirimkan data akurat ke Electric Control Unit (ECU), yang kemudian memicu mesin terasa pincang.

ÔÇ£Kotoran akan menumpuk pada area sensor, dan membuatnya tak mampu mengirimkan angka dengan akurat kepada electric control unit (ECU), akibatnya mesin bisa pincang,ÔÇØ kata Iwan.

Penyumbatan pada Catalytic Converter

Sistem pembuangan menjadi bagian terakhir yang merasakan dampak buruk bahan bakar berkualitas rendah. Komponen catalytic converter yang berfungsi mengurai gas beracun bisa mengalami penyumbatan akibat akumulasi residu pembakaran.

ÔÇ£Residu akan membuat lubang-lubang kecil pada catalytic converter kotor, dan akhirnya mampat, jika terus dibiarkan performa mesin akan menjadi loyo,ÔÇØ ujar Iwan.

Penyumbatan ini memicu munculnya tekanan balik atau back pressure yang menghambat aliran gas buang. Akibatnya, tenaga mesin akan terasa hilang secara signifikan seiring dengan semakin kotornya saringan logam mulia di dalam knalpot tersebut.

ÔÇ£Konstruksi catalytic converter di knalpot terdiri dari campuran logam mulia, salah satunya palladium, bentuknya menyerupai saringan untuk mengurai gas berbahaya dari sisa pembakaran,ÔÇØ kata Iwan.

Artikel terkait

Rekomendasi