Daker Madinah Pastikan Fasilitas Jemaah Haji Indonesia Siap 100 Persen

Daker Madinah Pastikan Fasilitas Jemaah Haji Indonesia Siap 100 Persen
Foto: Ilustrasi Daker Madinah Pastikan Fasilitas Jemaah Haji Indonesia Siap 100 Persen.

Daerah Kerja (Daker) Madinah memastikan seluruh fasilitas pendukung bagi kloter pertama jemaah haji Indonesia telah siap sepenuhnya pada Senin (20/4/2026). Kesiapan ini mencakup akomodasi, katering, hingga layanan kesehatan di Kota Nabi menjelang kedatangan tamu Allah tersebut.

Dilansir dari Detikcom, otoritas terkait telah mengamankan kontrak dengan 117 hotel di Madinah untuk menjadi hunian sementara para jemaah. Proses transisi fasilitas dari jemaah umrah ke jemaah haji terus dipantau guna menjamin kenyamanan selama masa transit delapan hingga sembilan hari.

"Kami pastikan hotel-hotel tersebut sudah clear dari jemaah umrah sebelum jemaah haji kita tiba. Komunikasi dengan pemilik dan penjaga hotel terus dilakukan agar saat jemaah masuk, fasilitas sudah siap huni," tegas Khalilurrahman, Kepala Daker Madinah.

Khalilurrahman menjelaskan bahwa pihak hotel kini tengah melakukan pembersihan menyeluruh. Hal ini dilakukan guna memastikan standar pelayanan haji terpenuhi sebelum gelombang pertama mendarat di bandara.

"Ini kabar menggembirakan. Klinik kesehatan akan ada di tiap sektor untuk mempercepat penanganan medis. Kami juga bekerja sama dengan Saudi Germany Hospital untuk mendampingi proses pelayanan kesehatan jemaah kita," tambah Khalilurrahman.

Peningkatan layanan medis ini merupakan hasil diplomasi dengan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi. Selain kesehatan, sektor konsumsi turut diperketat dengan melibatkan 23 penyedia katering yang wajib memenuhi standar kehalalan dan gramasi gizi.

"Pengecekan dilakukan setiap hari. Sebelum makanan dibagikan ke jemaah, tim akan memastikan kualitasnya layak dan sesuai standar kesehatan," jelas Khalilurrahman.

Selain logistik, faktor cuaca menjadi perhatian serius mengingat adanya potensi kenaikan suhu ekstrem di Arab Saudi dalam beberapa bulan ke depan. Para jemaah diminta menjaga kondisi fisik sejak dini untuk menghadapi puncak musim panas.

"Suhu bisa mencapai 45 hingga 47 derajat Celcius saat puncak kemarau (Mei-Juni). Jemaah harus menyiapkan fisik, rutin minum vitamin, dan tetap mempelajari buku manasik agar paham apa yang harus dilakukan," pesan Khalilurrahman.

Petugas juga memberikan imbauan khusus terkait barang bawaan di bagasi pesawat untuk mencegah kendala birokrasi di bandara. Jemaah dilarang membawa benda terlarang seperti jimat hingga cairan berlebih demi kelancaran proses pemeriksaan imigrasi.

Artikel terkait

Rekomendasi