Berbagai momentum penting diperingati secara global pada pekan kedua Februari untuk meningkatkan kesadaran publik terhadap isu pangan, lingkungan, hingga kesehatan. Dikutip dari Caritahu, tanggal 10 Februari menjadi waktu pelaksanaan sejumlah peringatan internasional yang mengajak masyarakat berperan aktif dalam pelestarian satwa dan perbaikan kualitas hidup.
Peringatan ini mencakup World Pulses Day untuk ketahanan pangan, Arabian Leopard Day bagi perlindungan satwa langka, serta International Epilepsy Day. Melalui agenda tersebut, masyarakat diharapkan lebih peduli terhadap keberlanjutan alam dan pemahaman kondisi kesehatan tertentu.
Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan World Pulses Day sebagai agenda tahunan setiap 10 Februari sejak 2019. Peringatan ini menyoroti pentingnya kacang-kacangan seperti kacang tanah, merah, hijau, polong, dan lentil sebagai sumber pangan bergizi.
Kacang-kacangan memiliki peran strategis bagi kesehatan karena kaya akan protein nabati, serat, serta mineral yang mampu mencegah penyakit tidak menular. Dari sisi lingkungan, tanaman ini mendukung mitigasi perubahan iklim melalui fiksasi nitrogen yang menyuburkan tanah dan efisiensi penggunaan air.
Di Indonesia, instansi seperti Kementerian Pertanian dan organisasi internasional sering menggelar edukasi konsumsi pangan lokal pada momen ini. Kegiatan mencakup kampanye gizi hingga demonstrasi memasak berbasis kacang-kacangan yang ramah lingkungan.
Arabian Leopard Day (Hari Macan Tutul Arab Internasional)
Arabian Leopard Day merupakan inisiatif internasional untuk melindungi macan tutul Arab atau Panthera pardus nimr dari ancaman kepunahan. Subspesies kucing besar ini tercatat sebagai salah satu yang paling langka di dunia dengan sisa populasi di alam liar kurang dari 200 ekor.
Satwa ini mendiami wilayah gurun dan pegunungan di Semenanjung Arab, namun keberadaannya terancam oleh perburuan liar serta hilangnya habitat. Konflik dengan manusia dan berkurangnya populasi mangsa alami menjadi faktor utama yang menekan jumlah mereka di habitat aslinya.
Organisasi konservasi memanfaatkan hari ini untuk memperkuat penegakan hukum terhadap perburuan dan mengembangkan program penangkaran. Di Indonesia, momen ini menjadi sarana edukasi bahwa pelestarian keanekaragaman hayati merupakan tanggung jawab lintas negara.
International Epilepsy Day atau Hari Epilepsi Internasional
Hari Epilepsi Internasional dirancang untuk menghapus stigma dan diskriminasi terhadap penyandang epilepsi melalui peningkatan pemahaman masyarakat. Peringatan global ini secara resmi jatuh pada Senin kedua bulan Februari setiap tahunnya.
Pada tahun 2026, peringatan ini sering dikaitkan dengan tanggal 9 atau 10 Februari sesuai dengan variasi di berbagai negara. Momentum ini menegaskan bahwa epilepsi merupakan gangguan neurologis yang dapat dikelola dengan diagnosis dini dan pengobatan yang tepat.
Melalui rangkaian seminar dan kegiatan sosial, diharapkan tercipta lingkungan yang lebih inklusif bagi jutaan orang yang hidup dengan kondisi ini. Edukasi publik sangat krusial untuk meluruskan mitos keliru dan meningkatkan akses layanan kesehatan yang terjangkau bagi para pasien.