PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) bersiap membagikan dividen tunai untuk tahun buku 2025. Emiten yang bergerak di sektor perunggasan terintegrasi ini mengalokasikan dana jumbo untuk keuntungan para pemegang sahamnya.
Keputusan tersebut resmi disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 20 Mei 2026. Nilai total dividen yang dikucurkan mencapai Rp 2,95 triliun atau setara dengan Rp 180 per lembar saham.
Jumlah pembayaran ini mengambil porsi sekitar 51% hingga 52% dari keseluruhan laba bersih yang dikantongi perseroan sepanjang tahun 2025. Dilansir dari Stocksetup, estimasi dividend yield CPIN berada di kisaran 4% dengan asumsi pergerakan harga saham di level Rp 4.200-an.
Investor yang mengincar dividen dari emiten pangan olahan berbasis ayam ini perlu mencatat lini masa penting transaksi di pasar modal. Berikut adalah jadwal lengkap pembagian dividen tunai perseroan:
| Tahapan Aktivitas Dividen | Tanggal Pelaksanaan |
|---|---|
| 2 Juni 2026 | 3 Juni 2026 |
| 4 Juni 2026 | 12 Juni 2026 |
Profil dan Lini Bisnis Perseroan
PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk pertama kali didirikan pada tahun 1972 dan resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak tahun 1991. Perusahaan ini merupakan bagian dari gurita bisnis Charoen Pokphand Group asal Thailand.
Kepemilikan saham mayoritas perseroan saat ini dikendalikan oleh PT Charoen Pokphand Indonesia Group bersama keluarga Jiaravanon dari Thailand. Aktivitas operasionalnya mencakup produksi pakan ternak, pembibitan ayam (Day Old Chick/DOC), peternakan ayam pedaging (broiler), hingga industri makanan olahan.
Hingga saat ini, segmen penjualan ayam pedaging masih mendominasi porsi pendapatan perseroan. Di sisi lain, lini usaha manufaktur pakan ternak memperlihatkan kurva pertumbuhan yang signifikan di sepanjang periode 2025.
Lonjakan Kinerja Keuangan Terkini
Operasional bisnis CPIN memperlihatkan tren pemulihan yang kuat sejak tahun 2025 hingga kuartal awal 2026. Perbaikan harga komoditas ayam di pasar dan ekspansi sektor pakan ternak menjadi motor utama pendorong profitabilitas perusahaan.
Perseroan sukses meraup laba bersih sebesar Rp 5,6 triliun pada tahun 2025. Angka tersebut mencerminkan kenaikan drastis sekitar 52% dibandingkan perolehan laba bersih tahun 2024 yang tertahan di angka Rp 3,7 triliun.
Pertumbuhan laba ini sejalan dengan penjualan bersih yang terkerek 4,78% secara tahunan menjadi Rp 70,70 triliun. Sektor pakan ternak menyumbang pertumbuhan 27,6%, sementara volume penjualan DOC melonjak hingga 38% disertai perbaikan margin laba bersih.
Tren positif ini terus berlanjut pada kuartal I-2026 dengan perolehan laba bersih baru sebesar Rp 2,58 triliun, atau melonjak 67,7% dibanding kuartal yang sama tahun lalu. Pendapatan tiga bulan pertama tahun 2026 dilaporkan menyentuh Rp 19,95 triliun dengan margin laba bersih di level 12,9%.