Dokter kulit Marisa Garshick mengungkapkan sejumlah metode untuk memperlambat kemunculan uban pada usia muda melalui pendekatan nutrisi dan kesehatan kulit kepala pada Rabu (29/4/2026). Meskipun rambut yang memutih tidak dapat kembali ke warna semula secara alami, pencegahan laju pertumbuhannya dapat dilakukan dengan mengatasi faktor penyebab dasar.
Proses hilangnya pigmen pada rambut bersifat permanen secara medis, sehingga fokus utama perawatan diarahkan pada menjaga folikel rambut yang masih sehat sebagaimana dilansir dari Lifestyle.
"Setelah sehelai rambut menjadi abu-abu, pigmen yang sebelumnya dimiliki sudah hilang secara permanen," jelas Dr. Garshick.
Kondisi ini tidak menutup kemungkinan bagi seseorang untuk mengontrol kecepatan perubahan warna rambut lainnya dengan memperbaiki gaya hidup dan asupan tubuh.
"Namun, ada cara untuk membantu memperlambat prosesnya secara keseluruhan dengan mengatasi faktor seperti kekurangan nutrisi, stres oksidatif, dan kesehatan kulit kepala," ujarnya.
Asupan antioksidan seperti vitamin C, E, dan B12 menjadi elemen krusial dalam melawan kerusakan sel penghasil pigmen rambut akibat stres oksidatif.
"Antioksidan seperti vitamin C dan vitamin E membantu melawan stres oksidatif, sementara vitamin B, terutama B12, penting untuk menjaga fungsi rambut yang sehat," jelas Garshick.
Selain faktor internal, penggunaan produk perawatan topikal yang mengandung peptida dan kafein diklaim mampu menciptakan lingkungan pertumbuhan rambut yang lebih optimal.
"Perawatan topikal tertentu dapat membantu mengurangi tampilan uban, sekaligus mendukung folikel rambut, menjaga pigmen alami, dan menciptakan lingkungan pertumbuhan rambut yang lebih sehat," paparnya.
Ahli rambut Ebony Bomani menambahkan bahwa berkurangnya melanin membuat tekstur rambut menjadi lebih kering dan membutuhkan kelembapan ekstra melalui kondisioner atau masker rambut.
"Melanin membantu rambut mempertahankan kelembapan. Ketika melanin berkurang, rambut menjadi lebih kering dan sulit diatur," jelas Ebony Bomani.