Dokter Spesialis Ungkap Cara Keramas Tepat Cegah Ketombe Akibat Helm

Dokter Spesialis Ungkap Cara Keramas Tepat Cegah Ketombe Akibat Helm
Foto: Ilustrasi Dokter Spesialis Ungkap Cara Keramas Tepat Cegah Ketombe Akibat Helm.

Dokter kecantikan dr. Devina Ciayadi menjelaskan teknik pencucian rambut yang tepat bagi pengguna pelindung kepala dalam acara peluncuran produk perawatan rambut di Kuningan, Jakarta, pada Rabu (15/4/2026). Langkah tersebut krusial mengingat helm yang kotor berpotensi memicu perkembangan jamur penyebab ketombe.

Masalah ketombe tercatat dialami oleh sekitar 50 persen populasi dunia dan sering kali dipicu oleh kebersihan kulit kepala yang buruk. Dilansir dari Wolipop, dr. Devina menekankan bahwa frekuensi mencuci rambut harus disesuaikan dengan kondisi kulit kepala masing-masing individu agar tidak memicu produksi minyak berlebih.

"Sesuaikan dengan jenis kulit kepala, kalau berminyak atau cepat lepek, boleh keramas setiap hari atau dua kali sehari. Kalau kering 2-3 kali seminggu." kata dr. Devina Ciayadi.

Pengaturan frekuensi ini bertujuan untuk menjaga kelembapan alami kulit kepala. Pasalnya, kondisi rambut yang terlalu kering justru dapat merangsang kelenjar minyak bekerja lebih aktif yang berujung pada munculnya serpihan putih.

"Jangan terlalu sering yang bikin rambut kering, karena itu juga bisa bikin kulit minyak mengeluarkan minyak berlebih dan memicu ketombe," ujar dr. Devina Ciayadi.

Terkait penggunaan helm, dr. Devina meluruskan anggapan bahwa alat pelindung kepala tersebut menularkan ketombe secara langsung. Ia menjelaskan bahwa tumpukan keringat dan residu minyak pada helm yang tidak higienis menjadi medium pertumbuhan jamur alami di kepala.

"Hal itu tentu tidak benar. Tapi yang betul adalah helm yang kotor bisa mentransfer tumpukan minyak dan keringat kemudian membuat jamur yang sudah ada di kepala berkembang lalu jadi ketombe dan gatal. Maka dari itu, kalau bisa pakai hairnet," ujar dr. Devina Ciayadi.

Proses pembersihan rambut juga memerlukan teknik khusus yang dimulai dari tahap emulsifikasi sampo sebelum diaplikasikan ke kulit kepala. Dokter menyarankan agar sampo tidak langsung dituangkan ke batang rambut untuk menghindari iritasi atau pembersihan yang tidak merata.

"Jangan langsung taruh sampo ke rambut. Caranya adalah dengan basahi rambut lalu tuang sampo secukupnya ke telapak tangan gosok dengan air atau emulsify baru keramaskan dengan gerakan melingkar jangan dengan kuku. Lalu diamkan 1-2 menjt baru bilas," saran dr. Devina Ciayadi.

Bagi pengguna hijab, dr. Devina merekomendasikan penggunaan ciput atau inner berbahan katun guna menyerap keringat lebih efektif saat berkendara. Hal ini penting untuk menjaga sirkulasi udara dan mengurangi kelembapan di balik penutup kepala.

"Pastikan inner hijab berbahan katun sehingga menyerap keringat minyak," kata dr. Devina Ciayadi.

Pemilihan produk juga harus memperhatikan tingkat keparahan ketombe yang diderita. Kandungan Selenium Sulfide dengan kadar bervariasi antara 0,2 persen hingga 1 persen dapat digunakan sebagai agen anti-jamur untuk mengatasi ketombe ringan hingga intensif.

Artikel terkait

Rekomendasi