Umat Islam yang Murtad Bisa Kembali Beriman dengan Syahadat dan Tobat

Umat Islam yang Murtad Bisa Kembali Beriman dengan Syahadat dan Tobat
Foto: Ilustrasi Umat Islam yang Murtad Bisa Kembali Beriman dengan Syahadat dan Tobat.

Seseorang yang pernah keluar dari keyakinan Islam atau murtad tetap memiliki kesempatan untuk kembali memeluk agama tersebut. Kesempatan ini terbuka lebar selama seseorang memiliki niat tulus untuk memperbaiki diri dan bertobat kepada Allah SWT.

Dilansir dari Detikcom, pintu tobat selalu terbuka bagi hamba-Nya selama hayat masih dikandung badan. Hal ini sejalan dengan penjelasan dalam Al-Qur'an bahwa Allah Maha Pengampun bagi mereka yang mau memperbaiki diri dengan penuh keikhlasan.

Para ulama menjelaskan bahwa kembalinya seseorang ke dalam pangkuan Islam memerlukan pemenuhan komitmen tertentu sebagai bukti kesungguhan tobat. Imam Syafi'i dalam kitab Raudlatut Tholibin menyebutkan setidaknya ada dua bentuk komitmen utama.

"┘ê┘Ä┘é┘ÄÏ»┘Æ ┘ê┘ÄÏÁ┘Ä┘ü┘Ä Ïº┘äÏ┤┘æ┘ÄϺ┘ü┘ÉÏ╣┘É┘è┘æ┘ŠϬ┘Ä┘ê┘ÆÏ¿┘ÄϬ┘Ä┘ç┘Å ┘ü┘Ä┘é┘ÄϺ┘ä┘Ä: Ïú┘Ä┘å┘Æ ┘è┘ÄÏ┤┘Æ┘ç┘ÄÏ»┘Ä Ïú┘Ä┘å┘Æ ┘ä┘ÄϺ ÏÑ┘É┘ä┘Ä┘ç┘Ä ÏÑ┘É┘ä┘æ┘ÄϺ Ϻ┘ä┘ä┘æ┘Ä┘ç┘ÅÏî ┘ê┘ÄÏú┘Ä┘å┘æ┘Ä ┘à┘ÅÏ¡┘Ä┘à┘æ┘ÄÏ»┘ïϺ Ï▒┘ÄÏ│┘Å┘ê┘ä┘ŠϺ┘ä┘ä┘æ┘Ä┘ç┘ÉÏî ┘ê┘Ä┘è┘ÄÏ¿┘ÆÏ▒┘ÄÏú┘Ä ┘à┘É┘å┘Æ ┘â┘Å┘ä┘æ┘É Ï»┘É┘è┘å┘ì Ï«┘ÄϺ┘ä┘Ä┘ü┘Ä Ïº┘ä┘ÆÏÑ┘ÉÏ│┘Æ┘ä┘ÄϺ┘à┘Ä"

Kutipan tersebut memiliki arti bahwa Imam Syafi'i mendeskripsikan langkah tobat seseorang yang murtad dengan mewajibkan pengucapan dua kalimat syahadat. Selain itu, individu tersebut harus melepaskan diri sepenuhnya dari keyakinan atau agama selain Islam.

Mayoritas ulama sepakat bahwa pengucapan syahadat adalah tanda proteksi diri dalam Islam. Dasar pandangan ini merujuk pada hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah.

"Ïú┘Ä┘å┘æ┘Ä Ïú┘ÄÏ¿┘ÄϺ ┘ç┘ÅÏ▒┘Ä┘è┘ÆÏ▒┘ÄÏ®┘Ä Ïú┘ÄÏ«┘ÆÏ¿┘ÄÏ▒┘Ä┘ç┘Å Ïú┘Ä┘å┘æ┘Ä Ï▒┘ÄÏ│┘Å┘ê┘ä┘Ä Ïº┘ä┘ä┘ç┘É ´À║ ┘é┘ÄϺ┘ä┘Ä: ┬½Ïú┘Å┘à┘ÉÏ▒┘ÆÏ¬┘Å Ïú┘Ä┘å┘Æ Ïú┘Å┘é┘ÄϺϬ┘É┘ä┘Ä Ïº┘ä┘å┘æ┘ÄϺÏ│┘Ä Ï¡┘ÄϬ┘æ┘Ä┘ë ┘è┘Ä┘é┘Å┘ê┘ä┘Å┘êϺ: ┘ä┘ÄϺ ÏÑ┘É┘ä┘Ä┘ç┘Ä ÏÑ┘É┘ä┘æ┘ÄϺ Ϻ┘ä┘ä┘æ┘Ä┘ç┘ÅÏî ┘ü┘Ä┘à┘Ä┘å┘Æ ┘é┘ÄϺ┘ä┘Ä: ┘ä┘ÄϺ ÏÑ┘É┘ä┘Ä┘ç┘Ä ÏÑ┘É┘ä┘æ┘ÄϺ Ϻ┘ä┘ä┘ç┘Å Ï╣┘ÄÏÁ┘Ä┘à┘Ä ┘à┘É┘å┘æ┘É┘è ┘à┘ÄϺ┘ä┘Ä┘ç┘Å ┘ê┘Ä┘å┘Ä┘ü┘ÆÏ│┘Ä┘ç┘Å ÏÑ┘É┘ä┘æ┘ÄϺ Ï¿┘ÉÏ¡┘Ä┘é┘æ┘É┘ç┘ÉÏî ┘ê┘ÄÏ¡┘ÉÏ│┘ÄϺϿ┘Å┘ç┘Å Ï╣┘Ä┘ä┘Ä┘ë Ϻ┘ä┘ä┘æ┘Ä┘ç┘É"

Hadits tersebut menegaskan bahwa siapa pun yang mengucapkan 'La ilaha illallah', maka harta dan jiwanya akan terlindungi sesuai haknya, sementara perhitungannya diserahkan sepenuhnya kepada Allah.

Larangan Mempermainkan Agama

Meskipun kesempatan untuk kembali selalu ada, umat Islam diingatkan untuk tidak meremehkan atau mempermainkan status keyakinan. Pengasuh Lembaga Pengembangan Da'wah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah, Buya Yahya, memberikan peringatan keras mengenai bahaya murtad bagi keselamatan di akhirat.

"Jangan main-main urusan agama, murtad. Murtadnya biarpun ada harapan untuk kembali tidak bisa seperti itu. Naudzubillah," ujar Buya Yahya.

Meski demikian, beliau menekankan bahwa langkah awal yang paling krusial bagi mereka yang ingin kembali adalah segera melakukan ikrar. Penundaan tobat sangat tidak dianjurkan karena tidak ada yang mengetahui kapan ajal akan menjemput.

"Cara tobatnya adalah segera ikrar kalimat syahadat, dua kalimat syahadat ucapkan," kata Buya Yahya.

Setelah mengucapkan syahadat sebagai pintu masuk kembali, individu tersebut disarankan untuk memperbaiki kualitas ibadahnya. Hal ini termasuk kewajiban mengqada ibadah yang sempat ditinggalkan selama masa murtad, seperti salat fardu, sebagai bentuk pertanggungjawaban spiritual.

Artikel terkait

Rekomendasi