Pemerintah Operasikan 452 Bus Shalawat 24 Jam Bagi Jemaah Haji Makkah

Pemerintah Operasikan 452 Bus Shalawat 24 Jam Bagi Jemaah Haji Makkah
Foto: Ilustrasi Pemerintah Operasikan 452 Bus Shalawat 24 Jam Bagi Jemaah Haji Makkah.

Pemerintah Indonesia menyiagakan 452 unit bus Shalawat yang beroperasi selama 24 jam penuh di Makkah, Arab Saudi, guna melayani mobilitas seluruh jemaah haji mulai Kamis, 30 April 2026. Fasilitas transportasi ini bertujuan menjamin kelancaran ibadah jemaah menuju Masjidil Haram.

Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi memastikan layanan ini mencakup seluruh jemaah tanpa terkecuali, termasuk bagi mereka yang menempati penginapan dengan jarak kurang dari dua kilometer dari pusat ibadah. Kebijakan ini dilansir dari Kompas sebagai bentuk pelayanan menyeluruh dari pemerintah.

Kepala Bidang Layanan Transportasi PPIH Arab Saudi 2026, Syarif Rahman, menjelaskan bahwa meskipun aturan Kerajaan Arab Saudi hanya mewajibkan transportasi bagi jemaah dengan jarak akomodasi di atas 2.000 meter, Indonesia memilih untuk memberikannya kepada semua jemaah.

"Sesuai ketentuan Kerajaan Arab Saudi, jemaah yang jaraknya 2.000 meter itu wajib diberikan transportasi, namun pemerintah Indonesia memberikan kebijakan seluruh akomodasi diberikan transportasi," ujar Syarif Rahman, Kepala Bidang Layanan Transportasi PPIH Arab Saudi 2026.

Pengelolaan operasional armada dilakukan dengan sistem pergantian petugas sehingga layanan tidak terputus sepanjang hari. Syarif menegaskan bahwa setiap bus yang dikerahkan harus memenuhi standar kelaikan jalan dengan usia operasional kendaraan maksimal lima tahun.

"Bus-bus itu beroperasi dari jam 00.00 sampai jam 00.00 kembali, jadi satuannya adalah hari, bukan putaran," jelas Syarif Rahman.

Layanan bus Shalawat ini menjangkau 21 rute yang tersebar di lima wilayah akomodasi utama jemaah Indonesia di Makkah. Pengaturan rute dilakukan secara spesifik berdasarkan lokasi hotel jemaah guna menghindari terjadinya penumpukan penumpang di titik-titik tertentu.

Jumlah armada yang bersiaga di halte sekitar hotel akan ditambah secara signifikan menjelang waktu salat fardu untuk mengantisipasi lonjakan jemaah. Para jemaah nantinya akan diantar menuju tiga titik pemberhentian akhir utama, yakni Terminal Jiad (Ajyad), Jabal KaÔÇÖbah, dan Syib Amir.

Operasional bus Shalawat akan dimulai secara resmi bersamaan dengan kedatangan kelompok terbang (kloter) pertama jemaah haji Indonesia di Makkah pada akhir April. Layanan ini direncanakan terus berjalan secara kontinu hingga seluruh jemaah menyelesaikan rangkaian ibadah dan kembali ke tanah air.

Artikel terkait

Rekomendasi