Ribuan massa dari Aliansi Gerakan Buruh Bersama Rakyat (GEBRAK) dan Konfederasi KASBI memadati kawasan Gerbang Utama DPR RI, Jakarta, pada Jumat (1/5/2026). Aksi dalam rangka Hari Buruh Internasional ini menyebabkan arus lalu lintas di Jalan Gatot Subroto mengalami pengalihan total.
Kepadatan massa terpantau mulai terjadi sejak pukul 13.40 WIB di sepanjang jalan dari arah Gerbang Pemuda menuju kompleks parlemen. Massa yang mengenakan atribut serba merah tersebut melakukan jalan kaki panjang sembari membawa berbagai atribut tuntutan dan bendera organisasi.
Penutupan ruas jalan terpaksa dilakukan oleh pihak kepolisian mengingat volume massa yang terus bertambah dari berbagai wilayah penyangga ibu kota. Dilansir dari Megapolitan, sejumlah kendaraan komando tampak berada di tengah barisan buruh yang mendominasi lajur kendaraan umum.
"Iya ditutup masanya cukup banyak," tutur salah satu petugas kepolisian di lokasi.
Situasi di depan kompleks parlemen dimeriahkan oleh suara orator yang memimpin yel-yel perjuangan dari atas mobil komando. Peserta aksi turut membentangkan spanduk besar bertuliskan desakan upah layak nasional berbasis kebutuhan hidup layak dan jaminan sosial universal.
Ketua Umum KASBI, Sunarno, menegaskan bahwa demonstrasi ini merupakan bentuk tekanan langsung kepada pihak legislatif dan eksekutif. Fokus utama massa adalah mendesak perbaikan kebijakan ketenagakerjaan yang dianggap masih merugikan kelompok pekerja secara sistemik.
"Situasi perburuhan sampai saat ini masih sangat buruk. Kami mendesak DPR segera membahas Rancangan Undang-Undang Ketenagakerjaan yang baru dengan melibatkan serikat buruh," kata Sunarno, Ketua Umum KASBI.
Sunarno juga memberikan catatan khusus mengenai kewajiban pemerintah untuk membentuk regulasi ketenagakerjaan baru paling lambat Oktober 2026. Hal ini merujuk pada tindak lanjut atas putusan Mahkamah Konstitusi yang berkaitan dengan Undang-Undang Cipta Kerja.
"May Day adalah momentum perjuangan. Kami ingin kerja layak, upah layak, dan hidup layak bagi seluruh rakyat," ujar Sunarno, Ketua Umum KASBI.
Sekitar 10.000 peserta yang berasal dari wilayah Jakarta, Banten, dan Jawa Barat dilaporkan ikut bergabung dalam aksi peringatan May Day 2026 tersebut. Selain tuntutan regulasi, massa juga mendesak penghentian tindakan represif terhadap aktivis buruh dan penghapusan sistem kerja outsourcing.