Bupati Puncak Elvis Tabuni menyalurkan bantuan logistik dan santunan duka kepada para pengungsi serta korban konflik bersenjata Distrik Kembru saat mengunjungi RSUD Mulia dan Kampung Dondobaga pada Kamis (23/4/2026).
Dilansir dari Kompas, penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di halaman Kantor Distrik Muara untuk meringankan beban warga terdampak. Pemerintah menetapkan status Tanggap Darurat di wilayah tersebut guna memastikan penanganan pengungsi berjalan optimal.
Bupati Elvis Tabuni memberikan dana bantuan pribadi sebesar Rp10 juta untuk masing-masing anak yang menjalani perawatan medis. Penyaluran dana santunan juga menyasar sembilan keluarga korban meninggal dunia dengan nilai Rp50 juta per orang.
Dua korban meninggal dunia yang sedang hamil mendapatkan tambahan santunan khusus sebesar Rp25 juta. Selain uang tunai, pemerintah mendistribusikan bantuan pangan berupa 20 ton beras, minyak goreng, dan bahan pokok lainnya kepada perwakilan pengungsi di posko darurat.
ÔÇ£Tim yang saya percayakan, baik Sekda maupun tim lapangan PMI Puncak, sudah bekerja menyelesaikan pendataan. Hari ini saya turun langsung sebagai bentuk kepedulian kemanusiaan,ÔÇØ ujar Bupati Elvis dengan suara bergetar.
Penetapan status kedaruratan dilakukan untuk mempermudah koordinasi bantuan dan pengawasan di lapangan secara berkelanjutan. Keputusan ini diambil agar masyarakat yang berada di pengungsian tetap mendapatkan akses kebutuhan dasar yang layak.
ÔÇ£Pemerintah akan terus mengontrol dan memastikan bantuan mengalir ke pos-pos pengungsian yang ada,ÔÇØ tambahnya.
Ketua DPRK Puncak Thomas Tabuni menekankan pentingnya langkah hukum dan investigasi mendalam atas peristiwa penembakan tersebut. Pihak legislatif berencana menyusun tim khusus untuk menelusuri kejadian di Distrik Kembru.
ÔÇ£Kami juga berharap ada tim investigasi independen yang masuk ke Kembru untuk mengusut tuntas keterlibatan pihak-pihak terkait. Ini penting agar masyarakat puas dengan kinerja pemerintah, baik di daerah maupun pusat,ÔÇØ tegas Thomas.
Pihak DPRK turut menyuarakan aspirasi warga yang menginginkan penarikan seluruh kekuatan bersenjata dari wilayah pemukiman. Hal ini dianggap sebagai syarat utama bagi warga untuk kembali ke kehidupan normal mereka.
Wakil Bupati Puncak Jaya Mus Kogoya menyatakan dukungan penuh melalui pengerahan relawan dan dana bantuan tambahan. Posisi geografis yang berdekatan membuat Puncak Jaya turut proaktif dalam menyokong kebutuhan korban dari Distrik Kembru.
Mewakili pihak keluarga korban, Yonius Telenggen menyampaikan apresiasi atas respons cepat pemerintah daerah. Ia menekankan bahwa masyarakat sangat merindukan keamanan agar dapat kembali beraktivitas di kebun tanpa ancaman.
ÔÇ£Di kampung kami tidak ada senjata. Kami ingin hidup damai dan kembali berkebun tanpa rasa takut. Kami minta jangan ada lagi pos-pos keamanan di kampung kami agar tidak ada konflik lagi,ÔÇØ pungkasnya.