Ketua Umum Projo, Budi Arie, mengakui kontribusi signifikan Jusuf Kalla dalam peta politik Joko Widodo saat memenangkan pemilihan presiden tahun 2014. Pengakuan ini muncul guna merespons dinamika hubungan antartokoh bangsa yang tengah menjadi sorotan publik baru-baru ini.
Kemenangan pasangan tersebut pada periode pertama dinilai Budi Arie tidak lepas dari efek elektoral yang dibawa Jusuf Kalla sebagai calon wakil presiden kala itu. Sebagaimana dilansir dari Kompas, dukungan masyarakat yang masif juga menjadi faktor penentu keberhasilan duet tersebut.
Fenomena politik nasional pada tahun 2014 disebut sebagai gelombang baru yang melibatkan partisipasi rakyat secara luas. Budi Arie menekankan agar stabilitas komunikasi antar-pemimpin tetap terjaga tanpa ada upaya provokasi dari pihak luar di tengah polemik yang ada.
Tanggapan atas pernyataan tersebut juga datang dari pihak Jusuf Kalla melalui juru bicaranya, Husain Abdullah. Husain menyatakan bahwa pesan mengenai posisi politik Jusuf Kalla telah dikomunikasikan secara terbuka kepada berbagai kalangan, termasuk para relawan pendukung setia Jokowi.
Keinginan utama Jusuf Kalla menurut Husain adalah agar masyarakat memiliki pemahaman yang jernih mengenai kedudukan dan sikap politiknya selama ini. Ia memandang bahwa perdebatan yang saat ini berlangsung di ruang publik sudah sepatutnya diakhiri demi kebaikan bersama.
"Dan Pak Budi Arie juga sudah mengemukakan untuk apa sih kita ribut-ribut ini. Jadi, saya rasa barang ini sudah ketemu," katanya Husain Abdullah, Juru Bicara Jusuf Kalla.
Kesepahaman antara pihak Projo dan pihak Jusuf Kalla ini diharapkan dapat meredam ketegangan politik. Husain menilai titik temu dalam diskusi ini sudah tercapai sehingga tidak perlu lagi ada pertentangan lebih lanjut mengenai sejarah politik masa lalu.