Penelitian medis mengungkap bahwa konsumsi buah dalam bentuk utuh lebih efektif menjaga kestabilan gula darah dibandingkan dalam bentuk jus yang telah disaring seratnya pada diskusi kesehatan di Jakarta, Rabu (15/4/2026).
Perbedaan dampak biologis ini berkaitan dengan keberadaan serat yang memperlambat penyerapan gula ke dalam aliran darah. Dilansir dari Detik Health, buah utuh memiliki indeks glikemik (GI) yang lebih rendah dibandingkan versi cairnya.
Data dari The American Journal of Clinical Nutrition menunjukkan apel utuh memiliki skor GI sekitar 36-40, sedangkan jus apel meningkat menjadi 41-50. Jeruk utuh berada di kisaran 40, sementara jusnya bisa mencapai skor 50-60.
Studi yang diterbitkan oleh The British Medical Journal memperkuat temuan ini dengan data statistik spesifik. Konsumsi buah utuh dikaitkan dengan penurunan risiko diabetes tipe 2 sekitar 7 persen, sedangkan konsumsi jus buah justru meningkatkan risiko sebesar 8 persen.
Executive Director of Indonesia Health Development Center (IHDC), Dr dr Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH, menegaskan bahwa pendekatan nutrisi raw food atau makanan alami merupakan pilihan ideal untuk asupan harian.
"Jangan dibikin jus. Kenapa? Karena dalam ilmu gizi, proses seperti juicing bisa mengubah struktur, ada beberapa pemecahan gula zat pati yang kemudian bisa meningkatkan deposit gula di tubuh". jelas dr Ray, ditemui detikcom di acara IHDC, Rabu (15/4/2026).
Dr Ray menjelaskan bahwa proses pembuatan jus sering kali merusak matriks alami buah. Ketika struktur ini hilang, tubuh merespons dengan melepaskan insulin lebih cepat akibat lonjakan kadar gula yang masuk secara tiba-tiba.