PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN (BBTN) menerapkan dua strategi utama dalam menggenjot penyaluran kredit perumahan. Dilansir dari Investortrust, langkah tersebut fokus pada program kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi serta bantuan pembangunan rumah swadaya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu menjelaskan, emiten berkode saham BBTN ini tercatat telah menyalurkan KPR hingga 6 juta unit. Penyaluran ini menyasar masyarakat yang masuk dalam kategori desil 3 atau kelompok hampir miskin.
"Kalau desil 3, KPR subsidi di BTN ada 6 juta rumah dari awal program," kata Nixon dalam keterangan pers, Sabtu (23/5/2026).
Nixon memaparkan bahwa program KPR subsidi dirancang dengan batasan penghasilan maksimal tertentu agar penyaluran dana tepat sasaran kepada kelompok MBR. Sementara itu, kelompok masyarakat pada desil 1 dan 2 yang belum dapat menjangkau kredit perbankan akan menerima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari pemerintah.
"KPR tentu dibantu pemerintah. Pemerintah membuat program KPR subsidi yang dibatasi max income. Maksudnya ini memang menyasar masyarakat penghasilan rendah karena banyak unbanked. Kalau ada 10 desil, maka yang paling sulit tinggal desil 1-2, sedangkan desil 3-8 diintervensi KPR," ucap dia.
Program BSPS tersebut ditargetkan mampu menyasar sekitar 400.000 rumah tangga di seluruh wilayah Indonesia. Selain itu, pihak pemerintah kini tengah mengkaji skema tenor KPR hingga 40 tahun untuk memperluas akses pembiayaan bagi MBR.
"Hari ini pemerintah mengkaji KPR sampai 40 tahun, mudah-mudahan desil 1-2 bisa dapat. Ini cara penetrasi MBR," ujar dia.
Di samping pembiayaan hunian, BTN mengoptimalkan aspek digitalisasi demi merangkul masyarakat yang belum terjangkau akses perbankan. Langkah ini diambil karena tingkat penetrasi gawai di Indonesia saat ini tercatat lebih tinggi dibandingkan jumlah kepemilikan rekening bank.
"Kita buat digitalisasi untuk perbankan. Penetrasi handphone (HP) lebih banyak dibanding penetrasi account," tutur dia.
Nixon menambahkan bahwa meski usia BTN sudah mencapai lebih dari 70 tahun, jumlah penyaluran KPR baru menyentuh angka 6 jutaan. Di sisi lain, aplikasi mobile banking BTN sukses merangkul 5 juta akun dalam kurun waktu kurang dari tiga tahun.
"Jumlah KPR di-takeover user mobile. Penetration rate sekarang lebih mudah karena mobile bisa buka dari rumah, itu cara kami akses unbanked," tandas Nixon.