BSI Perkuat Penetrasi Produk Bullion Sasar Nasabah Internal

BSI Perkuat Penetrasi Produk Bullion Sasar Nasabah Internal
Foto: Ilustrasi BSI Perkuat Penetrasi Produk Bullion Sasar Nasabah Internal.

PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI memilih fokus memperkuat penetrasi produk bullion kepada nasabah internal sebagai strategi awal menghadapi potensi persaingan bisnis yang diperkirakan semakin ketat.

Langkah emiten berkode saham BRIS ini dinilai menjadi strategi awal sebelum memperluas akuisisi nasabah baru di luar ekosistem perusahaan, seperti dilansir dari Investortrust.

VP Bullion Marketing Strategy BSI Kinanti Adelin mengungkapkan, bisnis bullion saat ini semakin menarik perhatian banyak institusi keuangan karena ke depan akan semakin banyak pemain yang mendaftar sebagai bullion bank.

"Mungkin nanti ke depan memang karena banyak yang melihat bisnis bullion ini ÔÇÿseksiÔÇÖ, jadi mungkin banyak sekali institusi yang akan bergabung menjadi bullion ke depannya," ujarnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Kinanti dalam Seminar Nasional bertajuk Penguatan Ekosistem Bullion Bank di Indonesia, yang digelar Investortrust, di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta, Selasa (26/5/2026).

Meskipun persaingan diperkirakan semakin ramai, pihak internal BSI menilai potensi pasar dari sisi internal masih sangat besar untuk digarap.

Saat ini BSI memiliki sekitar 23 juta nasabah, namun jumlah nasabah yang telah memiliki tabungan emas baru tercatat sekitar 1 juta orang.

Oleh karena itu, strategi utama BRIS saat ini adalah memperkuat penetrasi produk emas kepada nasabah eksisting sebelum memperluas pasar ke eksternal.

"Strategi dari kami adalah selain tadi kita mengejar untuk new customer untuk berada di BSI, kita juga masih banyak sebenarnya yang berada di dalam BSI sendiri. Jadi dari 23 juta nasabah kami di Bank BSI saat ini yang memiliki tabungan emas saat ini baru sekitar 1 juta," katanya.

Kinanti menjelaskan, pihak manajemen akan lebih dahulu fokus meyakinkan nasabah internal terkait potensi investasi emas dan layanan bullion yang dimiliki BSI.

Setelah penetrasi internal dinilai optimal, kemudian perseroan akan memperluas strategi pemasaran ke luar.

"Jadi sasaran strateginya adalah bagaimana kita meyakinkan dulu nasabah di internal BSI, setelah itu baru kita strateginya adalah ke luar. Mungkin kita akan terus melakukan literasi terkait dengan investasi emas itu sendiri," ucapnya.

Artikel terkait

Rekomendasi