PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) mengumumkan perolehan angka prapenjualan atau marketing sales sebesar Rp2,54 triliun sepanjang kuartal I/2026 pada Senin (4/5/2026). Capaian ini memenuhi 25 persen dari total target tahunan yang ditetapkan perusahaan sebesar Rp10 triliun.
Hasil tersebut menunjukkan pertumbuhan sebesar 5 persen secara tahunan jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya senilai Rp2,43 triliun. Sebagaimana dilansir dari Market, segmen residensial mendominasi perolehan dengan nilai Rp1,23 triliun atau mencakup 49 persen dari keseluruhan total penjualan.
Sektor komersial turut memberikan kontribusi sebesar Rp944,14 miliar atau 37 persen, sementara sisanya disumbang oleh segmen lain senilai Rp364,39 miliar. Direktur BSDE Hermawan Wijaya menilai capaian awal tahun ini merupakan indikasi kuat bahwa minat pasar terhadap proyek strategis dengan konsep kawasan terintegrasi masih terjaga.
"Permintaan properti, khususnya di segmen residensial, masih cukup resilien. Hal ini didukung oleh kebutuhan hunian yang tetap kuat serta kepercayaan konsumen terhadap kawasan mandiri terintegrasi," ujar Hermawan Wijaya melalui keterangan tertulisnya.
Beberapa proyek di BSD City seperti Nava Park, Hiera, hingga klaster baru Izzi menjadi motor utama pada penjualan residensial. Selain itu, kontribusi positif juga tercatat berasal dari proyek di luar BSD City, termasuk Grand Wisata Bekasi, Kota Wisata Cibubur, dan Grand City Balikpapan.
Pada kategori komersial, ruko tercatat mendominasi dengan nilai Rp584,60 miliar, disusul kavling komersial sebesar Rp246,67 miliar, dan apartemen Rp112,87 miliar. Penjualan unit apartemen didorong oleh proyek The Elements, Southgate, dan Aerium di Jakarta, serta Akasa dan Upper West di BSD City.
Secara geografis, BSD City tetap menjadi kontributor terbesar dengan porsi mencapai 71 persen terhadap total prapenjualan perusahaan. Hermawan menegaskan bahwa kinerja ini merupakan potret ketahanan permintaan sektor properti di tengah dinamika tantangan ekonomi saat ini.
Hingga penutupan tahun nanti, manajemen menyatakan optimisme bahwa momentum penjualan dapat terus terjaga melalui penerapan strategi pemasaran yang inovatif. Perseroan berencana terus meluncurkan produk-produk baru yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar saat ini.